Showing posts with label Hasil Belajar. Show all posts
Showing posts with label Hasil Belajar. Show all posts

Friday, October 1, 2021

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

October 01, 2021

Hal-hal yang perlu diamati dalam evaluasi

Adapun hal-hal yang perlu diamati pendidik supaya evaluasi lebih mempunyai arti dan implementatif dalam menyiapkan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, yaitu selaku berikut : 

  1. Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik bermaksud untuk memantau dan mengecek proses, kemajuan mencar ilmu, dan perbaikan hasil mencar ilmu peserta ajar secara berkesinambungan.
  2. Penilaian memakai acuan standar, yaitu mempunyai arti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  3. Sistem penilaian dijadwalkan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk: a). Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik, b). Bahan dan  penyusunan laporan pertumbuhan hasil mencar ilmu; dan c). Memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Hasil evaluasi dianalisis untuk memilih tindak lanjut, berbentukperbaikan proses pembelajaran, program remedial bagi penerima asuh yang pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan acara pengayaan bagi penerima ajar yang telah memenuhi ketuntasan.
  5. Sistem evaluasi terpadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu unsur yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus diubahsuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan observasi lapangan, maka dalam evaluasi harus ditekankan pada proses, dengan memakai instrumen pengamatan, wawancara, produk, dan penugasan lainnya.

Untuk menghimpun gosip ihwal kemajuan berguru peserta didik, terkait sikap, wawasan, dan keahlian perlu adanya tindakan yang mesti dikerjakan. Langkah tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan penilaian hasil belajar di SD.


1. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah aktivitas untuk mengenali perilaku peserta ajar pada dikala pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan sikap sesuai kecerdikan pekerti dalam rangka pembentukan aksara akseptor bimbing.

Upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan perilaku yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memperlihatkan pembiasaan dan training secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melaksanakan penilaian.

2. Penilaian Pengetahuan

Penilaian wawasan (KI-3) dilaksanakan dengan cara mengukur penguasaan penerima bimbing yang mencakup pengetahuan kasatmata, konseptual, dan prosedural dalam aneka macam tingkatan proses berpikir. 

Penilaian dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesusahan mencar ilmu (assesment as learning), evaluasi selaku proses pembelajaran (assessment for learning), dan evaluasi sebagai alat untuk mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran (assessment of learning).

3. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek kemampuan untuk memilih teknik evaluasi yang cocok. Tidak semua kompetensi dasar mampu diukur dengan evaluasi kinerja, penilaian proyek, atau portofolio. Penentuan teknik penilaian didasarkan pada karakteristik kompetensi keahlian yang hendak diukur. 

Penilaian keahlian dimaksudkan untuk mengenali penguasaan wawasan peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menuntaskan problem dalam kehidupan sebenarnya (dunia konkret). Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi.

Berikut format evaluasi dalam kurikulum 2013 yang mau dibagikan dalam postingan ini yang mencakup tiga faktor yaitu penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan kepada hasil belajar siswa.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 1 : RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, September 21, 2021

6 Variasi Gaya Guru Mengajar Yang Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

September 21, 2021
 Variasi Gaya Guru Mengajar Yang Bisa Meningkatkan Hasil Belajar Siswa 6 Variasi Gaya Guru Mengajar Yang Bisa Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Untuk meraih hasil yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran yang tepat dengan tujuan pembelajaran, pastinya guru dituntut mempunyai trik atau mampu dikatakan kombinasi dan gaya mengajar yang mampu membangkitkan semangat, motivasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Variasi dan gaya guru mengajar sangat penting dalam pembelajaran jika mengajar hanya ala kadarnya saja dijamin kebosanan akan menghampiri siswa.

Tentang Variasi Gaya Guru Mengajar

Variasi yaitu tindakan guru dalam konteks berguru mengajar yang bermaksud menangani kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa selalu memberikan ketekunan, keantusiasan, serta berperan serta secara aktif.

Gaya mengajar guru merupakan cara atau metode yang digunakan guru dikala sedang melakukan pengajaran untuk menanggulangi siswa supaya tidak merasa bosan dalam proses mencar ilmu mengajar. Pada dasarnya gaya mengajar yang dimiliki guru ialah strategi yang dipakai guru untuk mentransfer info yang diberikan terhadap siswa supaya siswa memiliki motivasi belajar. Gaya mengajar ialah salah satu hal yang sungguh memilih keberhasilan sebuah proses pembelajaran.

Berikut 6 Variasi Gaya Guru Mengajar Yang Bisa Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dan Penting Diterapkan dalam Proses Pembelajaran :

1. Variasi Suara

Dalam proses belajar mengajar mampu saja akan terjadi kurangnya perhatian siswa yang disebabkan oleh bunyi guru, mungkin terlalu lemah sehingga suaranya tidak bisa didengar oleh seluruh siswa, atau pengungkapan kalimat yang kurang terperinci. Guru yang baik akan cekatan menertibkan volume suaranya, sehingga pesan mampu mudah ditangkap dan dipahami oleh seluruh siswa.

Guru harus mampu mengendalikan suaranya kapan mesti mengeraskan suara, dan kapan mesti melemahkan suaranya. Guru juga akan mampu mengendalikan irama suara sesuai dengan isi pesan yang ingin disampaikan. Melalui intonasi dan pengaturan suara yang bagus mampu menciptakan siswa kasar dalam belajar, sehingga proses berguru mengajar tidak membosankan.

2. Pemusatan Perhatian (focusing)

Untuk menghidupkan perhatian siswa kepada acara mencar ilmu mengajar, guru mampu melaksanakan teknik pemusatan perhatian. Beberapa teknik yang dapat dilaksanakan guru untuk memusatkan perhatian siswa ialah sebagai berikut:
a) Meminta anak untuk memperhatikan “coba amati…..”
b) Mengatur tekanan bunyi yang memiliki arti perlu menerima perhatian
c) Dengan memberikan pengetahuan atau rancangan yang penting
d) Dengan pengulangan pengungkapan 
Dengan teknik-teknik tertentu, perhatian anak akan terpusat pada pengetahuan yang diharapkan guru untuk dikuasai.

3. Pemberian Waktu (pausing)

Untuk menarik minatsiswa dapat dilakukan dengan mengganti situasi menjadi sepi, dari sebuah aktivitas menjadi tanpa acara atau membisu, dari simpulan bagian pelajaran ke bagian selanjutnya. Dalam keahlian bertanya pertolongan waktu dapat diberikan setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan, untuk mengubahnya menjadi pertanyaan yang lebih tinggi tingkatannya setelah keadaan memungkinkan. Bagi siswa derma waktu mampu dipakai untuk mengorganisasi jawabannya supaya menjadi lengkap.

4. Kontak Pandang

Kontak pandang yang menyeluruh menjadikan perasaan siswa bahwa dirinya mendapat perhatian guru. Bahkan siswa merasa diawasi guru. Maka dengan perhatian tersebut mampu mengurangi peluang siswa untuk menghindari berguru.

Kontak pandang dapat diartikan oleh siswa selaku sikap antusiasme guru dalam mengajar. Jika demikian perasaan siswa, maka tergugah motivasi belajarnya. Kebalikannya, jika pandangan guru tidak ditujukan pada siswa, maka perhatian anak akan menurun. 

Begitu pula kontak pandang guru yang cuma tertuju pada siswa tertentu saja, maka mampu meringankan perhatian siswa yang lain. Kontak pandang mampu dijalankan dengan bervariasi. 

Guru mampu melakukan pandangan ke seluruh kelas, dan secara bermacam-macam ditujukan terhadap golongan siswa dan ke siswa tertentu. Penggunaan variasi tersebut dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketika-saat yang sempurna.

5. Gerakan anggota badan (gesturing)

Aspek yang sungguh penting dalam berkomunikasi salah satunya yaitu variasi dalam mulut muka guru, gerakan kepala, dan gerakan anggota tubuh. Gunanya untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan. 

Ekspresi paras  contohnya tersenyum, mengerutkan dahi, cemberut, memaksimalkan alis mata, untuk memberikan takjub, tercengang, atau heran. Gerakan kepala mampu dilaksanakan dengan bermacam-macam, misalnya menganggukkan, menggeleng, mengangkat atau merendahkan kepala untuk memberikan setuju atau sebaliknya.

Jari mampu digunakan memberikan ukuran, jarak arah ataupun menjentik untuk mempesona perhatian. Menggoyangkan tangan dapat berarti tidak, mengangkat kedua tangan keduanya dapat memiliki arti apa lagi.

6. Perubahan posisi

Perubahan posisi mampu dilakukan dengan gerakan mendekat atau menjauh, atau ke kanan dan ke kiri dari arah siswa. Guru yang selalu ada di tempat maupun hanya duduk di bangku saja akan kurang memberi motivasi pada siswa.

Dengan perubahan posisi, guru dapat menguasai kelas. Dengan begitu, guru dapat dengan segera memperhatikan pergeseran-perubahan situasi mencar ilmu siswa. Gerakan mendekati siswa dapat menyebabkan efek psikologi, sehingga dapat menjadikan kesan bersahabat dan hangat.

Itu ia tentang 6 Variasi Gaya Guru Mengajar Yang Bisa Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, agar berfaedah dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN. All rights reserved. Template by CB Blogger