Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Wednesday, October 13, 2021

Begini Cara Menghitung Daya Serap Dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

October 13, 2021
Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Setiap akhir proses pembelajaran pada akhir semester. Target Kurikulum (Taman Kanak-kanak), Daya Serap (DS), dan Taraf Serap (TS) umumnya dilaporkan terhadap kepala sekolah bersama-sama dikala pelaporan hasil selesai mencar ilmu siswa (rapor) selesai diolah. 
Rekapitulasi ini berfungsi untuk mengenali sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru kepada siswanya selama satu semester.

Tentang Daya Serap Siswa
 
Daya serap yaitu kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap pembelajaran.

Daya serap berasal dari kata “daya” yang mempunyai arti kekuatan, kemampuan, dan “serap” yang berarti mengambil. Kaprikornus daya serap dapat dibilang sebagai suatu kemampuan untuk menangkap dan mengetahui suatu materi sampai peserta bimbing mampu menjabarkan kembali materi yang diterima dengan benar. 

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akseptor bimbing terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap merupakan salah satu aspek yang mampu menghipnotis usaha yang dijalankan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan mengakibatkan perjuangan yang gampang dan tidak sukar dalam menghadapi dilema atau problem. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan segera dia dapat mengetahui, mengetahui dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis perihal fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir anak.
  2. Daya serap selaku tenaga pendorong yang berpengaruh.
  3. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap dapat meningkatkan minat belajar.
  5. Untuk memahami, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan materi mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses kegiatan berguru mengajar.
  6. Untuk mengembangkan kualitas berguru siswa.
Kurikulum

Kurikulum ialah alat untuk meraih tujuan pendidikan. Kaprikornus kurikulum itu ialah program pendidikan bukan acara pengajaran, maksudnya program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan banyak sekali materi asuh dan pengalaman  mencar ilmu baik yang berasal dari waktu yang lalu, kini maupun mendatang.

Kaprikornus, kurikulum ialah sutau acara pendidikan yang terdiri dari aneka macam materi ajar dan pengalaman mencar ilmu yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan aliran dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan penerima didik untuk meraih tujuan pendidikan.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurilkulum

Pada postingan berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menjumlah Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum. Semua akan dijelaskan lewat lembaran PDF yang mampu Anda unduh pada tautan diakhir goresan pena ini. 

Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum sungguh berkhasiat untuk guru dan sekolah selaku materi record selama satu semester dan satu tahun pelajaran untuk melaksanakan rancangan penilaian terhadap Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum, hingga sejauh mana pencapaian pembelajaran selama satu semester dan satu tahun pelajaran.

Untuk lebih mengetahui BlogPendidikan akan membuatkan Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum serta contoh formatnya.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum : UNDUH
Contoh Format Daya Serap Siswa : UNDUH
Contoh Format Taraf Serap Siswa : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 11, 2021

Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (Xls)

October 11, 2021
 Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (xls)

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam tata cara pendidikan ketika ini. Peningkatan mutu pendidikan mampu dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh penerima bimbing. Tentu saja untuk itu diharapkan tata cara penilaian yang bagus dan tidak bias. Sistem penilaian yang bagus akan bisa menunjukkan gambaran wacana kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan bisa membantu guru menyiapkan seni manajemen pembelajaran. 

Bagi akseptor asuh sendiri, tata cara evaluasi yang bagus akan mampu menawarkan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Dalam tata cara penilaian hasil berguru, penilaian ialah langkah lanjutan setelah dikerjakan pengukuran. berita yang diperoleh dari hasil pengukuran berikutnya dideskripsikan dan ditafsirkan.

Ruang Lingkup Penilaian

Cakupan evaluasi dalam kurikulum 2013 meliputi :

KI-1: kompetensi inti sikap spiritual
KI-2: kompetensi inti sikap sosial
KI-3: kompetensi inti wawasan
KI-4: kompetensi inti keterampilan

Penilaian hasil berguru penerima latih mencakup kompetensi sikap, wawasan, dan keahlian yang dilaksanakan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap akseptor ajar kepada tolok ukur yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

Teknik dan Instrumen Penilaian Kurikulum 2013

Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi perilaku, wawasan, dan kemampuan sebagai berikut :

1. Penilaian Kompetensi Sikap

Pendidik melaksanakan penilaian kompetensi perilaku melalui pengamatan, evaluasi diri, evaluasi “teman sejawat” (peer evaluation) oleh penerima latih dan jurnal. Instrumen yang dipakai untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar akseptor ajar adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dibarengi rubrik, sedangkan pada jurnal berbentukcatatan pendidik.

1) Observasi ialah teknik evaluasi yang dikerjakan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif dengan menggunakan fatwa observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diperhatikan.

2) Penilaian diri ialah teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan
keunggulan dan kekurangan dirinya dalam konteks  pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai
berupa lembar evaluasi diri.

3) Penilaian antar akseptor bimbing ialah teknik evaluasi dengan cara meminta peserta latih untuk
saling menganggap terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta bimbing.

4) Jurnal ialah catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi info hasil pengamatan
wacana kekuatan dan kekurangan akseptor bimbing yang berhubungan dengan sikap dan perilaku.

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan 

Pendidik menganggap kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes mulut, dan penugasan.

1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi anutan penskoran.

2) Instrumen tes lisan berbentukdaftar pertanyaan.

3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dilaksanakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

3. Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan lewat penilaian kinerja, adalah penilaian yang menuntut peserta  didik mendemonstrasikan sebuah kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang dipakai berbentukdaftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

1) Tes praktik yakni penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melaksanakan suatu acara atau sikap sesuai dengan permintaan kompetensi.

2) Projek yakni tugas-tugas belajar (learning tasks) yang mencakup acara perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun verbal dalam waktu tertentu.

3) Penilaian portofolio yaitu penilaian yang dijalankan dengan cara menganggap kumpulan seluruh karya peserta bimbing dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif integratif untuk mengenali minat, kemajuan, prestasi, dan/atau kreativitas penerima latih dalam masa waktu tertentu. 

Karya tersebut dapat berbentuk langkah-langkah aktual yang merefleksikan kepedulian akseptor didik terhadap lingkungannya. 

Instrumen penilaian mesti menyanggupi kriteria :

a. substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai
b. konstruksi yang menyanggupi patokan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang dipakai
c. penggunaan bahasa yang bagus dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat kemajuan penerima didik.

Berikut Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 dalam bentuk excel yang simpel dipakai dalam pembuatan nilai siswa. Untuk mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (xls) : 1. UNDUH 2. UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 2, 2021

Dua Kata Menempel Pada Diri Guru Mendidik Dan Mengajar Apa Bedanya!

October 02, 2021
 GURU adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas Dua Kata Melekat Pada Diri Guru Mendidik dan Mengajar Apa Bedanya!

BlogPendidikan.net
- GURU yakni faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang bermutu. Sehingga sukses tidaknya pendidikan meraih tujuan senantiasa dihubungkan dengan kiprah para guru. Oleh alasannya adalah itu, perjuangan-usaha yang dijalankan dalam meningkatkan kualitas pendidikan hendaknya dimulai dari kenaikan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya yakni mengenali dan mengetahui peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran.

GURU merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus. Tugas guru selaku profesi antara lain mencakup mendidik, mengajar dan melatih. Dengan kata lain, guru dituntut bisa menyelaraskan faktor kognitif, afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran.

Hal tersebut sesuai dengan amanat pasal 1 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 2005 perihal Guru dan Dosen. Dalam undang-undang ini disebutkan guru ialah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan memeriksa peserta ajar pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Mendidik

Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang mau diajarkan. Akan namun, ia pun harus memiliki kepribadian yang berpengaruh yang membuatnya selaku panutan bagi para siswanya. Hal ini penting alasannya adalah selaku seorang pendidik, guru tidak cuma mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. 

Guru juga mesti melatih keahlian, perilaku dan mental anak bimbing. Penanaman keahlian, sikap dan mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, namun mesti dikuasai dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya.

Mendidik yakni menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bahan yang disampaikan kepada anak. Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif jika diikuti dengan teladan yang baik dari gurunya yang mau dijadikan contoh bagi anak. 

Dengan demikian dibutuhkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan membuatnya bagian dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan peran guru bukan hanya menjejali anak dengan semua ilmu wawasan (transfer of knowledge) dan menjadikan siswa tahu segala hal. Akan namun guru juga mesti dapat berperan selaku pentransfer nilai-nilai (transfer of values).

Ada beberapa hal yang mesti diamati guru sebagai pendidik, yakni :
  1. Guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai pola bagi siswanya. Teladan di sini bukan mempunyai arti bahwa guru harus menjadi manusia sempurna yang tidak pernah salah. Guru adalah manusia umumyang tidak luput dari kesalahan. Tetapi guru harus berupaya menyingkir dari tindakan tercela yang hendak menjatuhkan harga dirinya.
  2. Guru mesti mengenal siswanya. Bukan saja perihal keperluan, cara mencar ilmu dan gaya belajarnya saja. Akan namun, guru harus mengetahui sifat, talenta, dan minat masing-masing siswanya sebagai seorang langsung yang berlawanan satu sama lainnya.
  3. Guru mesti mengatahui metode-tata cara penanaman nilai dan bagaimana memakai tata cara-tata cara tersebut sehingga berlangsung dengan efektif dan efisien.
  4. Guru harus memiliki wawasan yang luas tentang tujuan pendidikan Indonesia kebanyakan, sehingga menunjukkan arah dalam memberikan tutorial terhadap siswa.
  5. Guru harus mempunyai pengetahuan yang luas perihal bahan yang mau diajarkan. Selain itu guru mesti selalu belajar untuk menambah pengetahuannya, baik pengetahuan wacana materi-materi ajar ataupun peningkatan kemampuan mengajarnya biar lebih profesional.
Mengajar

Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan selaku memberikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya selaku pelaku imposisi ialah menuangkan materi ajar kepada siswa. 

Sedangkan di lain pihak, siswa secara pasif menerima materi pelajaran yang diberikan tersebut sehingga proses pengajaran bersifat monoton. Padahal, tugas guru selaku pengajar bukan cuma menyampaikan isu, tetapi masih banyak acara lain yang harus dijalankan guru agar proses pembelajaran mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Mengajar merupakan aktivitas yang dijalankan secara sengaja dalam upaya memberikan kemungkinan bagi siswa melaksanakan proses berguru sesuai dengan planning yang telah ditentukan untuk meraih tujuan pengajaran. Kaprikornus tugas guru selaku pengajar yakni bagaimana caranya agar siswa berguru. 

Beberapa hal yang harus dikerjakan guru biar siswa berguru sebagaimana disebutkan oleh (E Mulyasa), ialah sebagai berikut :
  1. Membuat gambaran: pada dasarnya ilustrasi menghubungkan sesuatu yang sedang dipelajari peserta didik dengan sesuatu yang sudah diketahuinya, dan pada waktu yang serupa memberikan embel-embel pengalaman terhadap mereka.
  2. Mendefinisikan: menaruh sesuatu yang dipelajari secara terang dan sederhana dengan memakai latihan dan pengalaman serta pengertian yang dimiliki oleh penerima asuh.
  3. Menganalisis: membahas masalah yang telah dipelajari bab demi bab, sebagaimana orang menyampaikan: ‘Cuts the learning into chewable bites’
  4. Mensintesis: mengembalikan bagian-bab yang telah dibahas ke dalam sebuah desain yang utuh sehingga mempunyai arti, relasi antara bab yang satu dengan lainnya nampak terang dan setiap dilema itu tetap berhubungan dengan keseluruhan yang lebih besar.
  5. Bertanya: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berarti dan tajam semoga apa yang sudah dipelajari menjadi lebih terperinci.
  6. Merespon: mereaksi atau menyikapi pertanyaan peserta latih. Pembelajaran akan lebih efektif kalau guru mampu menyikapi setiap pertanyaan penerima latih.
  7. Mendengarkan: mengerti akseptor ajar dan berusaha mempersempit setiap duduk perkara, serta menciptakan kesulitan nampak terang baik bagi guru maupun bagi siswa.
  8. Menciptakan akidah: akseptor didik akan menunjukkan iktikad terhadap keberhasilan guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.
  9. Memberikan persepsi yang beraneka ragam: melihat bahan yang dipelajari dari banyak sekali sudut pandang dan menyaksikan dilema dalam kombinasi yang bervariasi.
  10. Menyediakan media untuk mengkaji bahan persyaratan: menunjukkan pengalaman yang beragam lewat media pembelajaran dan sumber berguru yang berafiliasi dengan materi kriteria.
  11. Menyesuaikan tata cara pembelajaran dengan kesanggupan dan tingkat kemajuan peserta latih serta menghubungkan materi gres dengan sesuatu yang telah dipelajari.
  12. Memberikan nada perasaan: menciptakan pembelajaran lebih berarti dan hidup melalui antusias dan semangat.
Dua pemahaman antara Mendidik dan Mengajar selalu searah dalam proses pembelajaran. Mendidik mempunyai arti menanamkan nilai-nilai abjad yang terkandung setiap bahan pembelajaran. Mengajar menyampaikan pesan wawasan terhadap siswa dengan melalui perencanaan dan tujuan pembelajaran.

Nah... itu beliau perbedaan Mendidik dan Mengajar. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.


Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, October 1, 2021

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

October 01, 2021

Hal-hal yang perlu diamati dalam evaluasi

Adapun hal-hal yang perlu diamati pendidik supaya evaluasi lebih mempunyai arti dan implementatif dalam menyiapkan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, yaitu selaku berikut : 

  1. Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik bermaksud untuk memantau dan mengecek proses, kemajuan mencar ilmu, dan perbaikan hasil mencar ilmu peserta ajar secara berkesinambungan.
  2. Penilaian memakai acuan standar, yaitu mempunyai arti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  3. Sistem penilaian dijadwalkan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk: a). Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik, b). Bahan dan  penyusunan laporan pertumbuhan hasil mencar ilmu; dan c). Memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Hasil evaluasi dianalisis untuk memilih tindak lanjut, berbentukperbaikan proses pembelajaran, program remedial bagi penerima asuh yang pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan acara pengayaan bagi penerima ajar yang telah memenuhi ketuntasan.
  5. Sistem evaluasi terpadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu unsur yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus diubahsuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan observasi lapangan, maka dalam evaluasi harus ditekankan pada proses, dengan memakai instrumen pengamatan, wawancara, produk, dan penugasan lainnya.

Untuk menghimpun gosip ihwal kemajuan berguru peserta didik, terkait sikap, wawasan, dan keahlian perlu adanya tindakan yang mesti dikerjakan. Langkah tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan penilaian hasil belajar di SD.


1. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah aktivitas untuk mengenali perilaku peserta ajar pada dikala pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan sikap sesuai kecerdikan pekerti dalam rangka pembentukan aksara akseptor bimbing.

Upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan perilaku yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memperlihatkan pembiasaan dan training secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melaksanakan penilaian.

2. Penilaian Pengetahuan

Penilaian wawasan (KI-3) dilaksanakan dengan cara mengukur penguasaan penerima bimbing yang mencakup pengetahuan kasatmata, konseptual, dan prosedural dalam aneka macam tingkatan proses berpikir. 

Penilaian dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesusahan mencar ilmu (assesment as learning), evaluasi selaku proses pembelajaran (assessment for learning), dan evaluasi sebagai alat untuk mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran (assessment of learning).

3. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek kemampuan untuk memilih teknik evaluasi yang cocok. Tidak semua kompetensi dasar mampu diukur dengan evaluasi kinerja, penilaian proyek, atau portofolio. Penentuan teknik penilaian didasarkan pada karakteristik kompetensi keahlian yang hendak diukur. 

Penilaian keahlian dimaksudkan untuk mengenali penguasaan wawasan peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menuntaskan problem dalam kehidupan sebenarnya (dunia konkret). Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi.

Berikut format evaluasi dalam kurikulum 2013 yang mau dibagikan dalam postingan ini yang mencakup tiga faktor yaitu penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan kepada hasil belajar siswa.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 1 : RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Thursday, September 30, 2021

Langkah-Langkah Evaluasi Sikap Dan Indikator Evaluasi

September 30, 2021
langkah Penilaian Sikap dan Indikator Penilaian Langkah-langkah Penilaian Sikap dan Indikator Penilaian

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran evaluasi sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah pembelajaran, selama proses berlangsung dengan menunjukkan penilaian dan evaluasi terhadap siswa baik evaluasi perilaku, wawasan dan keterampilan. Semua itu dikerjakan untuk menentukan tingkat capaian hasil belajar siswa.

Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengenali sikap penerima bimbing pada ketika pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilaksanakan untuk training perilaku sesuai kebijaksanaan pekerti dalam rangka pembentukan abjad akseptor bimbing. 

Upaya untuk memajukan dan menumbuhkan sikap yang dibutuhkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memberikan adaptasi dan training secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengenali perkembangannya guru mesti melaksanakan penilaian.

Lantas bagaimana langkah-langkan dalam proses penilaian dan indikator apa saja yang akan di nilai?

Langkah-langkah dalam perencanaan penilaian sikap yakni sebagai berikut :
  1. Menentukan sikap yang mau dikembangkan di sekolah mengacu pada KI-1 dan KI-2
  2. Menentukan indikator sesuai dengan kompetensi perilaku yang hendak dikembangkan. 
Penilaian sikap pada KI-1 beserta indikator-indikatornya yang mampu dikembangkan oleh sekolah selaku berikut :

A. Ketaatan Beribadah

Indikator :
  • perilaku patuh dalam melaksanakan anutan agama yang dianutnya
  • mau mengajak sobat seagamanya untuk melakukan ibadah bersama
  • mengikuti aktivitas keagamaan yang diselenggarakan sekolah
  • melaksanakan ibadah sesuai pedoman agama, contohnya: sholat, puasa
  • merayakan hari besar agama
  • melaksanakan ibadah sempurna waktu.
B. Berperilaku Syukur

Indikator :
  • sikap menerima perbedaan karakteristik selaku anugerah Tuhan
  • selalu mendapatkan penunjukkandengan sikap terbuka
  • bersyukur atas santunan orang lain
  • mengakui kebesaran Tuhan dalam membuat alam semesta
  • menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
  • tidak mengeluh
  • senantiasa merasa besar hati dalam segala hal
  • tidak berkecil hati dengan keadaannya
  • suka memberi atau membantu sesama
  • senantiasa berterima kasih jika menerima tunjangan
C. Berdoa Sebelum dan Sesudah Melakukan Kegiatan

Indikator evaluasi :
  • perilaku yang menunjukkan selalu berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan,
  • berdoa sebelum makan
  • berdoa saat pelajaran selesai
  • mengajak sahabat berdoa dikala memulai acara
  • mengingatkan sahabat untuk selalu berdoa,
D. Toleransi dalam Beribadah

Indikator penilaian :
  • langkah-langkah yang menghargai perbedaan dalam beribadah
  • menghormati sahabat yang berlawanan agama
  • berteman tanpa membedakan agama
  • tidak mengganggu sobat yang sedang beribadah
  • menghormati hari besar keagamaan lain
  • tidak menjelekkan aliran agama lain.
Penilaian sikap pada KI-2 beserta indikator-indikatornya yang mampu dikembangkan oleh sekolah sebagai berikut :

A. Jujur

Indikator evaluasi :
  • tak mauberbohong atau tidak menyontek,
  • mengerjakan sendiri peran yang diberikan guru, tanpa menggandakan peran orang lain
  • melakukan soal penilaian tanpa menjiplak
  • mengatakan dengan bekerjsama apa yang terjadi atau yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari
  • mau mengakui kesalahan atau kekeliruan
  • mengembalikan barang yang dipinjam atau didapatkan
  • mengemukakan pertimbangan sesuai dengan apa yang diyakininya, walaupun berlainan dengan pendapat sobat
  • mengemukakan ketidaknyamanan belajar yang dirasakannya di sekolah
  • membuat laporan aktivitas kelas secara terbuka (transparan),
B. Disiplin

Indikator penilaian :
  • mengikuti peraturan yang ada di sekolah
  • tertib dalam melaksanakan peran
  • hadir di sekolah sempurna waktu
  • masuk kelas sempurna waktu
  • memakai pakaian seragam lengkap dan rapi
  • tertib mentaati peraturan sekolah
  • melakukan piket kebersihan kelas
  • mengumpulkan peran/pekerjaan rumah tepat waktu
  • menjalankan peran/pekerjaan rumah dengan baik
  • membagi waktu mencar ilmu dan bermain dengan baik
  • mengambil dan mengembalikan peralatan berguru pada tempatnya
  • tidak pernah telat masuk kelas.
C. Tanggung Jawab

Indikator penilaian :
  • menuntaskan tugas yang diberikan
  • mengakui kesalahan
  • melakukan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas mirip piket kebersihan
  • melakukan peraturan sekolah dengan baik
  • menjalankan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik
  • menghimpun peran/pekerjaan rumah tepat waktu
  • mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan terhadap sahabat
  • ikut serta dalam aktivitas sosial di sekolah
  • menawarkan prakarsa untuk menangani dilema dalam kelompok di kelas/sekolah
  • membuat laporan setelah akhir melakukan acara.
D. Santun

Indikator penilaian :
  • menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat
  • menghormati guru, pegawai sekolah, penjaga kebun, dan orang yang lebih renta
  • mengatakan atau bertutur kata halus tidak agresif
  • berpakaian rapi dan patut
  • dapat mengatur emosi dalam menghadapi masalah, tidak murka-murka
  • mengucapkan salam saat berjumpa guru, sahabat, dan orang-orang di sekolah
  • memperlihatkan tampang ramah, dekat, dan tidak cemberut
  • mengucapkan terima kasih bila menerima pertolongan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain.
E. Peduli

Indikator evaluasi :
  • ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesusahan dalam pembelajaran, perhatian terhadap orang lain
  • ikut serta dalam acara sosial di sekolah, misal: menghimpun bantuan untuk membantu yang sakit atau kemalangan
  • meminjamkan alat terhadap teman yang tidak membawa/mempunyai
  • membantu sobat yang mengalami kesulitan
  • mempertahankan keasrian, keindahan, dan kebersihan lingkungan sekolah
  • melerai sobat yang bertikai (berantem)
  • menjenguk sobat atau guru yang sakit
  • memberikan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
F. Percaya diri

Indikator penilaian :
  • berani tampil di depan kelas
  • berani mengemukakan pertimbangan
  • berani mencoba hal gres
  • mengemukakan pendapat terhadap sebuah topik atau persoalan
  • mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengelola kelas yang lain
  • mengajukan diri untuk mengerjakan peran atau soal di papan tulis
  • menjajal hal-hal gres yang bermanfaat
  • mengungkapkan kritikan membangun kepada karya orang lain
  • memberikan argumen yang kuat untuk menjaga pendapat
3. Merancang aktivitas pembelajaran yang mampu menimbulkan perilaku yang telah
diputuskan.

Karena KI-1 dan KI-2 bukan ialah hasil pembelajaran langsung, maka perlu
mendesain pembelajaran sesuai dengan tema dan sub tema serta KD dari KI-3 dan KI-4. Dalam pembelajaran, memungkinkan munculnya perilaku yang mampu dikembangkan dalam pembelajaran. Hal ini dimaksudkan bahwa penilaian sikap
ialah pembinaan perilaku sesuai kebijaksanaan pekerti dalam rangka pembentukan
abjad siswa

Setelah memilih tindakan penyusunan rencana, guru merencanakan format pengamatan yang mau digunakan berbentuklembar pengamatan atau jurnal. Indikator yang sudah dirumuskan dipakai selaku pola guru dalam membuat lembar observasi atau jurnal.

1. Observasi

Instrumen yang dipakai ialah format pengamatan yang berbentukmatriks yang mesti diisi oleh guru menurut hasil pengamatan dari perilaku peserta bimbing dalam satu semester.

2. Penilaian diri

Penilaian diri ialah bentuk penilaian dengan cara meminta penerima ajar untuk mengemukakan keunggulan dan kelemahan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Penilaian persepsi diri digunakan untuk mencocokkan pandangan diri penerima ajar dengan realita yang ada. Instrumen yang
dipakai berbentuklembar evaluasi diri. Penilaian diri akan diperlukan cuma sebatas konfirmasi bila diharapkan guru.

3. Penilaian Antar sobat

Penilaian antar sahabat merupakan bentuk penilaian dengan cara meminta peserta ajar untuk saling menilai terhadap perilaku dan sikap keseharian antar sobat. Penilaian antar sobat digunakan untuk mencocokkan persepsi diri akseptor asuh dengan pandangan temannya serta kenyataan yang ada dan berfungsi sebagai alat konfirmasi terhadap penilaian yang dijalankan oleh guru.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN. All rights reserved. Template by CB Blogger