Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, October 13, 2021

Begini Cara Menghitung Daya Serap Dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

October 13, 2021
Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Setiap akhir proses pembelajaran pada akhir semester. Target Kurikulum (Taman Kanak-kanak), Daya Serap (DS), dan Taraf Serap (TS) umumnya dilaporkan terhadap kepala sekolah bersama-sama dikala pelaporan hasil selesai mencar ilmu siswa (rapor) selesai diolah. 
Rekapitulasi ini berfungsi untuk mengenali sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru kepada siswanya selama satu semester.

Tentang Daya Serap Siswa
 
Daya serap yaitu kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap pembelajaran.

Daya serap berasal dari kata “daya” yang mempunyai arti kekuatan, kemampuan, dan “serap” yang berarti mengambil. Kaprikornus daya serap dapat dibilang sebagai suatu kemampuan untuk menangkap dan mengetahui suatu materi sampai peserta bimbing mampu menjabarkan kembali materi yang diterima dengan benar. 

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akseptor bimbing terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap merupakan salah satu aspek yang mampu menghipnotis usaha yang dijalankan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan mengakibatkan perjuangan yang gampang dan tidak sukar dalam menghadapi dilema atau problem. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan segera dia dapat mengetahui, mengetahui dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis perihal fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir anak.
  2. Daya serap selaku tenaga pendorong yang berpengaruh.
  3. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap dapat meningkatkan minat belajar.
  5. Untuk memahami, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan materi mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses kegiatan berguru mengajar.
  6. Untuk mengembangkan kualitas berguru siswa.
Kurikulum

Kurikulum ialah alat untuk meraih tujuan pendidikan. Kaprikornus kurikulum itu ialah program pendidikan bukan acara pengajaran, maksudnya program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan banyak sekali materi asuh dan pengalaman  mencar ilmu baik yang berasal dari waktu yang lalu, kini maupun mendatang.

Kaprikornus, kurikulum ialah sutau acara pendidikan yang terdiri dari aneka macam materi ajar dan pengalaman mencar ilmu yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan aliran dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan penerima didik untuk meraih tujuan pendidikan.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurilkulum

Pada postingan berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menjumlah Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum. Semua akan dijelaskan lewat lembaran PDF yang mampu Anda unduh pada tautan diakhir goresan pena ini. 

Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum sungguh berkhasiat untuk guru dan sekolah selaku materi record selama satu semester dan satu tahun pelajaran untuk melaksanakan rancangan penilaian terhadap Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum, hingga sejauh mana pencapaian pembelajaran selama satu semester dan satu tahun pelajaran.

Untuk lebih mengetahui BlogPendidikan akan membuatkan Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum serta contoh formatnya.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum : UNDUH
Contoh Format Daya Serap Siswa : UNDUH
Contoh Format Taraf Serap Siswa : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, October 12, 2021

Kumpulan Jurnal Guru, Dan Laporan Pembelajaran Ptm Terbatas, Daring Dan Luring

Kumpulan Jurnal Guru, Dan Laporan Pembelajaran Ptm Terbatas, Daring Dan Luring

October 12, 2021
2. Jurnal Harian Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : DISINI
3. Jurnal Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring : DISINI
4. Jurnal Agenda Harian Guru Mengajar 2 : DISINI
5. Jurnal Mengajar Daring dan Luring-2 : DISINI
6. Catatan Harian Guru : DISINI
7.  Jurnal Kegiatan Harian Guru : DISINI

Contoh laporan pembelajaran daring dan luring

Laporan Pembelajaran Luring : DISINI
Laporan Pembelajaran Daring : DISINI
Laporan Pembelajaran Daring dan Luring 2 : DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Cara Menyususn Rpp Yang Bagus Dan Benar

October 12, 2021
 Seseorang yang menginginkan kesuksesan dalam melaksanakan suatu kegiatan Cara Menyususn RPP Yang Baik dan Benar

BlogPendidikan.net
- Seseorang yang menginginkan kesuksesan dalam melakukan suatu aktivitas, pasti diawali dengan penyusunan rencana yang bagus. Kualitas suatu penyusunan rencana, sangat menentukan optimalisasi pelaksanaan acara. Seseorang yang melakukan aktivitas tanpa perencanaan mampu ditentukan akan menciptakan kegiatan yang kurang optimal, atau bahkan condong mengalami kegagalan sebab tidak memiliki teladan yang terperinci.

Bagi guru dalam melakukan pembelajaran di kelas tentunya mempunyai perencanaan sebelum proses pembelajaran dimulai, perencanaan ini disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Perencanaa pembelajaran disusun sedemikian rupa untuk menentukan indikator dan tujuan pembelajaran dan hasil yang dibutuhkan. Guru dalam mengajar kalau tidak memiliki penyusunan rencana mampu dipastikan tujuan dan akhirnya tidak akan tercapai maksimal.

Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Permendikbud No 22 tahun 2016 perihal standar proses pendidikan dasar dan menengah menerangkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu planning kegiatan pembelajaran tatap paras untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan aktivitas pembelajaran akseptor ajar dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali konferensi atau lebih.

Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis biar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menggembirakan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan talenta, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun menurut KD atau subtema yang dijalankan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 

Pengembangan RPP mampu dilaksanakan pada setiap awal semester atau permulaan tahun pelajaran dengan maksud biar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah kerjasama dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk SD memakai pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I hingga kelas VI.

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan unsur sekurang-kurangnyaRPP terdiri atas :
  1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
  2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi pokok, dan 3) alokasi waktu diputuskan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan memikirkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang mesti dicapai
  3. Kompetensi Dasar (KD), yakni sejumlah kemampuan sekurang-kurangnyayang harus dikuasai. Kompetensi dasar dalam RPP, merujuk kompetensi dasar yang tercantum dalam silabus;
  4. Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang mampu diukur dan/atau diobservasi untuk menawarkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu. Indikator pencapaian kompetensi menjadi pola evaluasi mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diperhatikan dan/atau diukur, yang meliputi kompetensi wawasan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor)
  5. Tujuan Pembelajaran dirumuskan lebih spesifik atau rincian dengan merujuk indikator pencapaian kompetensi. Jika cakupan dan kedalaman materi pembelajaran telah tidak dapat dijabarkan lebih detail dan spesifik lagi, maka tujuan pembelajaran disusun sama persis dengan indikator pencapaian kompetensi.
  6. Materi pembelajaran menampung fakta, desain, prinsip dan prosedur yang berkaitan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir pokok bahasan/sub pokok bahasan sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran secara lengkap dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik mampu dilampirkan.
  7. Model/Metode pembelajaran, model pembelajaran (lebih luas dari tata cara, dan mempunyai sintak terperinci) dipakai guru untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar yang mengaktifkan akseptor asuh untuk mencapai kompetensi dasar. 
  8. Media Pembelajaran, berupa alat bantu guru untuk menyampaikan bahan pembelajaran, supaya penerima bimbing termotivasi, menarik perhatian, dan kepincutmengikuti pelajaran. Jenis-jenis media pembelajaran dan karakteristiknya, perlu dimengerti pada guru, sehingga pemilihan media pembelajaran mampu memaksimalkan perhatian dan hasil mencar ilmu penerima asuh.
  9. Sumber belajar, dapat berbentukbuku cetak, buku elektronik, media yang berfungsi selaku sumber mencar ilmu, perlengkapan, lingkungan berguru yang relevan
  10. Langkah-langkah aktivitas pembelajaran, serangkaian aktivitas pengelolaan pengalaman berguru siswa, lewat tahapan pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahapan pendahuluan, guru melaksanakan acara: 1) memimpin doa dan mempresentasikan kehadiran akseptor didik, 2) memperlihatkan apersepsi, 3) memberikan tujuan pembelajaran, dan 4) memotivasi akseptor ajar. Pada tahapan inti, guru mengorganisir pembelajaran merujuk pada sintak (mekanisme) model pembelajaran yang dipilihnya. Tahapan penutup, guru melaksanakan acara: 1) rangkuman materi pembelajaran, 2) evaluasi, dan 3) tindak lanjut pembelajaran selanjutnya.
  11. Penilaian, evaluasi proses mencar ilmu dan hasil belajar dikembangkan oleh guru, dijalankan dengan mekanisme : 1) menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun, 2) menyusun kisi-kisi evaluasi, 3) membuat instrumen evaluasi serta fatwa evaluasi, 4) melaksanakan analisis kualitas instrumen evaluasi, 5) melakukan penilaian, 6) mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian, 7) melaporkan hasil evaluasi, dan 8) mempergunakan laporan hasil penilaian
Bagaimana cara menyusun RPP yang bagus dan benar

Tentunya dalam menyusun RPP mesti sesuai dengan teladan permendikbud yang memuat semua bagian dalam RPP. Berikut cara menyusun RPP yang bagus dan benar berdasarkan model BlogPendidikan.net dan pastinya dalam menyusun RPP yang baik Anda juga sudah memiliki cara tersendiri.

Cara Menyusun RPP Yang Baik dan Benar :

1. RPP disusun untuk setiap KD yang mampu dikerjakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

2. RPP yang baik itu terperinci, siapapun yang mengajarkan akan mampu membaca dan melaksanakan karena  didalamnya dipaparkan tahap demi tahap (proses)

3. RPP menggambarkan mekanisme, struktur organisasi pembelajaran untuk meraih Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam kriteria isi & dijabarkan dalam silabus.

4. Susunan indikator dalam RPP guru melibatkan 3 faktor (kognitif, afektif, psikomotorik) tetapi tidak harus semua.

5. Tujuan pembelajaran wajib menampung ABCD atau lebih jelasnya audience, behaviour, condition, dan degree. Maksudnya, dalam tujuan pembelajaran mesti terdapat  peserta ajar (audience), tingkah laris belajar (behaviour), kondisi belajar (condition), dan tingkat kesuksesan (degree).

Contoh tujuan pembelajaran :

Melalui observasi wacana kebutuhan hidup sehari-hari (condition),  akseptor didik (audience) mampu  mengetahui  jenis keperluan dan alat pemuas keperluan insan (behaviour) dengan tingkat ketercapaian 80% " sesuai dengan KKM" atau dengan tingkatan lain (degree)

Selain itu dalam tujuan juga terkandung aksara kepribadian bangsa misalnya Jujur, nasionalis, kerja keras maupun ketrampilan sosial contohnya ketrampilan beropini dalam diskusi, ketrampilan mengajukan pertanyaan dan sebagainya.

6. Ciri-ciri indikator yang kreatif  dalam menyusun RPP yaitu berorientasi pada produk yang akan dibentuk oleh siswa. Misalnya siswa membuat jurnal biasa serta banyak lagi jenis penunjukkanyang inovatif dan memaksa siswa mempreaktekan berpikir tingkat tinggi.

7.RPP berisi aktivitas-acara yang terstruktur, Jika tidak terorganisir kemungkinan besar kelas berserakan.

8.Langsung mengajar tanpa RPP boleh saja, asal sang pendidik telah mengetahui & mendokumentasikan skenario pembelajaran 1 tahun.

9.Standar khusus RPP; ada langkah-langkah awal, inti, final serta ditambahkan jenis penilaiannya

10. Penilaian diupayakan memuat evaluasi sikap, wawasan dan keahlian

Demikian postingan ihwal Cara Menyususn RPP Yang Baik dan Benar, supaya berguna dan bisa menjadi referensi Anda. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 11, 2021

Sunday, October 10, 2021

Makna Kemerdekaan Ri Dan Bendera Merah Putih

October 10, 2021
Makna Kemerdekaan RI dan Dendera Merah Putih Makna Kemerdekaan RI dan Bendera Merah Putih

BllogPendidikan.net
- Kemerdekaan hakikatnya bukan hanya semata membebaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa ajaib atau pihak lain. Tetapi lebih dari itu, kemerdekaan yang hakiki yakni kesanggupan untuk membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu dan ambisi eksklusif.

Makna Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)

Seorang pejabat birokrasi atau pemimpin disebut merdeka jika pejabat atau pemimpin itu mampu membebaskan dirinya dari ambisi-ambisi untuk kepentingan langsung, keluarga golongan, dan partai politik pengusungnya serta mampu membebaskan dirinya dari tekanan orang-orang tertentu, dan kemerdekaan pejabat itu tidak lain hanya menimbang-nimbang kepentingan dan kemakmuran rakyat yang dipimpinnya. 

Seorang cendekiawan dan akademisi yang merdeka yaitu yang selalu menyuarakan kebenaran dan keberpihakan terhadap masyarakat banyak, pola pikirnya tidak melakukan dalam rangka upaya pembodohan penduduk , terlebih dengan menggunakan dalil, argumentasi dan argumentasi yang sengaja didistorsikan atau disalahtafsirkan.

Seorang penegak aturan (baik itu hakim, jaksa, polisi maupun advokat) yang merdeka yaitu orang yang mempunyai akad berpengaruh untuk menjadikan aturan yang benar selaku panglima tertinggi di negeri ini. Asas keadilan dan obyektivitas akan betul-betul dijunjungnya, tidak akan berani mempermainkan aturan hanya karena iming-iming jabatan atau materi, dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu walaupun itu perihal dirinya sendiri. 

Seorang pegawai atau karyawan yang merdeka ialah orang yang berupaya mengoptimalkan peluangdirinya untuk menjangkau prestasi kerja yang baik dan berguna, dengan landasan pengabdian dan penuh tanggung jawab. Seorang rakyat yang merdeka adalah rakyat yang memperlihatkan sikap kritis dan bertanggungjawab terhadap keamanan dan kemaslahatan bangsanya ke depan. 

Rakyat yang merdeka tidak mudah diprovokasi oleh provokator yang tidak bertanggungjawab yang bermaksud mengakibatkan mereka selaku obyek perasan dan kuda tunggangan demi ambisi dan kepentingan sesaat. 

Jika pilar-pilar itu belum terpenuhi secara global, maka sulitlah untuk menyampaikan bangsa ini telah merdeka sepenuhnya, yang ada pasti hanyalah merdeka dalam arti semu, dan merdeka dalam arti cuma sekedar lepas dari penjajahan fisik dan militer, bagaimana mungkin dapat disebut sebuah bangsa merdeka kalau problem bangsa itu dari persoalan politik sampai budaya sangat kental dipengaruhi oleh kekuatan, kemauan dan kepentingan negara abnormal.

Sejarah Bendera Merah Putih

Pada Zaman dahulu, bendera merah putih ini digunakan oleh kerajaan-kerajaan antik yang ada di Indonesia. Katanya, warna merah dan putih dalam bendera negara indonesia terinspirasi dari warna panji Kerajaan Majapahit dengan 9 garis merah dan putih.

Warna bendera ini sebelumnya juga pernah digunakan saat Jayakatwang melawan kertanegara yang berasal dari Kerajaan Singosari. Ketika perang ia Aceh dahulu, pejuang-pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang terdapat gambar pedang, bulan sabit, matahari, bintang, serta beberapa ayat suci AL-Alquran.

Pada perang Jawa pada 1825-1830 M. Pangeran Diponegoro menggunakan panji panji yang berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Setelah itu, warna-warna ini dihidupkan kembali para mahasiswa dan lalu nasionalis pada permulaan abad 20 sebagai lisan nasionalisme terhadap Belanda.

Bendera merah putih pertama kalinya digunakan di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintah kolonialisme, bendera ini dilarang dipakai. Pada saat itu Indonesia sedang dalam penjajahan Belanda dan pengibaran bendera dihentikan oleh para prajurit Belanda.

Tahun 1940 Jepang menginvasi Indonesia. Gerakan-gerakan nasionalisme pun mulai bermunculan.

17 Agustus 1945

Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 (saat kemerdekaan Indonesia) di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada ketika itu Soekarno menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Yang menjahit Bendera Merah Putih untuk pertama kali ialah Ibu Fatmawati, istri dari Presiden Soekarno. Bahan Bendera Merah Putih ini dari katun Jepang yang berskala 276 x 200 cm.

Bendera ini dikibarkan cuma pada ketika 17 Agustus saja pada tahun 1946-1968.
Sejak tahun 1969, bendera ini tidak berkibar lagi karena sobek, dan bendera ini disimpan di Istana Merdeka Bendera Merah Putih dikibarkan lagi setelah tahun 1969 berbentukduplikat (terbuat dari sutera) dan dikibarkan setiap tanggal 17 Agustus.

Arti dari Bendera Sang Saka Merah Putih

Bendera sang saka merah putih Indonesia melambangkan semangat Indonesia agar mampu lepas dari penjajahan Belanda. Merah yakni berani, berani melawan penjajah. Putih melambangkan kesucian/suci, niat suci para satria dan rakyat membela serta memperjuangkan kemerdekaan negeri Indonesia tercinta.

Dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 35, Bendera Negara Indonesia yaitu Sang Merah Putih. Pengibaran bendera merah putih bermaksud untuk mengenang jasa para pahlawan dan mensyukuri atas kemerdekaan Indonesia yang sudah diberikan yang kuasa.

Aturan Tentang Pengibaran Bendera Merah Putih

Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap perayaan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi lazim, serta transportasi pribadi di seluruh kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri.

Bendera Negara dikibarkan pula pada saat peringatan hari-hari besar nasional maupun peristiwa lain, diantaranya :
  1. Tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
  2. Tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (hari berdirinya Boedi Oetomo);
  3. Tanggal 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila
  4. Tanggal 28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda
  5. Tanggal 10 November, Hari Pahlawan
  6. Peristiwa lain, suatu insiden besar maupun peristiwa yang luar biasa yang sedang dialami bangsa Indonesia. Contohnya pada dikala kunjungan Presiden atau Wapres ke daerah ataupun pada dikala perayaan dirgahayu kawasan.
Bendera Negara ini wajib dikibarkan setiap hari di :
  1. Istana presiden dan wakil presiden
  2. Gedung atau kantor forum negara
  3. Gedung atau kantor forum pemerintah
  4. Gedung atau kantor forum pemerintah non kementerian
  5. Gedung atau kantor forum pemerintah daerah
  6. Gedung atau kantor badan legislatif kawasan
  7. Gedung atau kantor perwakilan Republik Indonesia di mancanegara
  8. Gedung atau halaman satuan pendidikan
  9. Gedung atau kantor swasta
  10. Rumah jabatan presiden dan wakil presiden
  11. Rumah jabatan pimpinan lembaga negara
  12. Rumah jabatan menteri
  13. Rumah jabatan pimpinan forum pemerintahan non kementerian
  14. Rumah jabatan gubernur, bupati, wali kota, dan camat
  15. Gedung atau kantor atau rumah jabatan lain
  16. Pos perbatasan dan pulau-pulau terluar di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  17. Lingkungan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia
  18. Taman Makam Pahlawan Nasional
Apa Larangannya terhadap Bendera Merah Putih ?

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 57 diterangkan larangan terkait dengan perlakuan kepada bendera merah putih, bunyinya :
Setiap orang dihentikan untuk:
  • Mencoret, menulisi, menggambari, ataupun merusak Lambang Negara dengan maksud menodai, mencemooh, ataupun merendahkan kehormatan dari Lambang Negara
  • Menggunakan Lambang Negara yang sudah rusak dan sudah tidak cocok lagi bentuk, warna, dan perbandingan ukurannya
  • Membuat lambang untuk perseorangan, sebuah Parpol (partai politik), perkumpulan, organisasi dan/maupun perusahaan yang serupa ataupun mirip Lambang Negara
  • Menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang dikelola dalam Peraturan PerUndang-Undang ini.
Selain itu larangan yang terkait dengan perlakuan kepada bendera negara juga ada dalm UU No.24 Tahun 2009 perihal Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, yang berbunyi :

Setiap orang yang menghancurkan, merobek, menginjak-injak, atau mengkremasi dan melakukan sebuah tindakan yang memiliki dan bermaksud untuk menodai, mencemooh, ataupun yang memiliki maksud untuk merendahkan kehormatan dari Bendera Negara sebagaimana yang ada dan dimaksudkan dalam Pasal 24 abjad a. Ia akan dipidana/ dihukum dengan pidana penjara paling lama selama 5 (lima) tahun atau didenda paling banyak sebanyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Demikian ihwal makna kemerdekaan RI dan bendera merah putih semoga bermanfaat dan memberi pencerahan bagi kita, terlebihnya dalam menyambut kemerdekaan RI tahun 2021.

Rujukah :

Wikipedia. Tautan : https://id.wikipedia.org/wiki/Bendera_Indonesia

Kemerdekaan Yang Sesungguhnya. Tautan : http://www.arsip.pa-manna.go.id/wp-content/uploads/2015/08/Kemerdekaan-Yang-Sesungguhnya.pdf 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
Pola Format Grafik Ketidakhadiran Siswa, Sasaran Kurikulum, Pembelajaran Agama, Taraf Serap Esensial, Taraf Serap Non Esensial Dan Nilai Rata-Rata Rapor

Pola Format Grafik Ketidakhadiran Siswa, Sasaran Kurikulum, Pembelajaran Agama, Taraf Serap Esensial, Taraf Serap Non Esensial Dan Nilai Rata-Rata Rapor

October 10, 2021

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pengertian peserta didik kepada mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap ialah salah satu faktor yang mampu mensugesti usaha yang dijalankan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan mengakibatkan perjuangan yang mudah dan tidak susah dalam menghadapi duduk perkara atau duduk perkara. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi kepada mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan segera beliau mampu mengerti, mengerti dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis ihwal fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat memajukan wawasan dan contoh pikir anak.
  2. Daya serap sebagai tenaga pendorong yang besar lengan berkuasa.
  3. Prestasi senantiasa dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap mampu memajukan minat belajar.
  5. Untuk mengerti, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan bahan mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses aktivitas berguru mengajar.
  6. Untuk mengembangkan mutu belajar siswa.
Kurikulum

Kurikulum yaitu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Makara kurikulum itu ialah acara pendidikan bukan program pengajaran, tujuannya program yang dijadwalkan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan berbagai materi ajar dan pengalaman  mencar ilmu baik yang berasal dari waktu yang lalu, kini maupun mendatang.

Makara, kurikulum merupakan sutau program pendidikan yang berisikan berbagai bahan bimbing dan pengalaman berguru yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan anutan dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan akseptor latih untuk meraih tujuan pendidikan.

Contoh Format Grafik Absensi Siswa, Target Kurikulum, Pembelajaran Agama, Taraf Serap Esensial, Taraf Serap Non Esensial dan Nilai Rata-rata Rapor

Ada beberapa grafik yang dibuat oleh guru untuk memperlihatkan persentase sampai sejauh mana tingkat kesuksesan siswa dalam proses pembelajaran. Berikut beberapa pola yang hendak grafik yaitu :
  1. Grafik Absensi Siswa
  2. Grafik Target Kurikulum
  3. Grafik Pembelajaran Agama
  4. Grafik Taraf Serap Pelajaran Esensial
  5. Grafik Taraf Serap Pelajaran Non Esensial
  6. Grafik Nilai Rata-rata Rapor
Untuk lebih jelasnya BlogPendidikan akan membuatkan Contoh Format Grafik Absensi Siswa, Target Kurikulum, Pembelajaran Agama, Taraf Serap Esensial, Taraf Serap Non Esensial dan Nilai Rata-Rata Rapor. Yang bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Contoh Format Grafik Absensi Siswa, Target Kurikulum, Pembelajaran Agama, Taraf Serap Esensial, Taraf Serap Non Esensial dan Nilai Rata-Rata Rapor >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 9, 2021

Nadiem Makarim : Kapan Pembelajaran Tatap Tampang (Ptm) Dimulai

October 09, 2021
 Jawaban atas pertanyaan ini terkait dengan kebijakan PPKM level  Nadiem Makarim : Kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Dimulai

BlogPendidikan.net
- Kapan sekolah tatap tampang dimulai? Jawaban atas pertanyaan ini terkait dengan kebijakan PPKM level 4 diperpanjang. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilanjutkan sampai 9 Agustus 2021.

Selain level 4, aturan PPKM diperpanjang berlaku juga untuk tingkat pembatasan lain. Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan, kegiatan pembelajaran di tahun anutan gres 2021/2022 bersifat dinamis. Pembelajaran tidak berjalan cuma dengan satu cara.

"Kegiatan pembelajaran di tahun anutan baru mengacu pada kebijakan PPKM masing-masing tempat dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri perihal Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19," kata Nadiem dikutip dari laman resmi Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Jumat (6/8/2021).

Setiap satuan pendidikan harus memperhatikan zona penularan dan total perkara COVID-19 di daerahnya. Daerah yang berada di level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap paras (PTM) terbatas. Dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

"Sementara untuk tempat yang berada di Level 3 dan 4, masih mesti menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ)," kata Nadiem.

Pria yang juga dulu menjabat selaku CEO Go-Jek ini menyertakan, keputusan terakhir dalam menentukan PTM atau PJJ berada di tangan orang bau tanah siswa. Keputusan kapan sekolah tatap paras dimulai melibatkan juga partisipasi orang tua.

"Keputusan terakhir bahwa murid tatap paras atau tidak, ada di orang bau tanah, sebab PTM Terbatas berbeda dengan PTM umumsebelum pandemi," tutur Nadiem.

Selain itu, menurut penuturan Nadiem, kehadiran siswa di satuan pendidikan dibatasi maksimal 50 persen dalam ruang kelas. Setiap kelas juga diwajib untuk melaksanakan rotasi, hingga wajib memerhatikan protokol kesehatan. "Tidak ada acara-acara ekstrakurikuler, kantin tidak boleh buka," ujar Nadiem.

Untuk mendukung aktivitas pembelajaran selama pandemi, Nadiem memastikan bahwa Kemendikbudristek akan meluncurkan beberapa perlindungan mirip, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional PAUD (BOP).

Selain itu, Kemendikbudristek juga meresmikan peluncuran bantuan kuota internet lanjutan untuk menunjang PJJ dalam jaringan (daring). Bantuan ini akan dimulai pada September 2021 sampai November 2021.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 dan 28 Tahun 2021, pembelajaran di daerah PPKM Level 3 dan 4 harus dikerjakan secara online atau daring. Aturan ini berlaku pada tiap jenjang pendidikan formal dan informal.

"Pelaksanaan aktivitas belajar mengajar (sekolah, sekolah tinggi tinggi, perguruan tinggi, tempat pendidikan/training) dilakukan secara daring/online," tulis Inmendagri nomor 27/2021.

Artinya, tanggapan kapan sekolah tatap paras dimulai untuk kawasan level 3 dan 4 belum bisa dilaksanakan. Sedangkan untuk daerah PPKM level 2 pembelajaran bisa dikerjakan secara tatap muka dan online. Masing-masing sebesar 50 persen dari jumlah murid yang ikut belajar.


Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, October 6, 2021

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

October 06, 2021
RPP Daring Sekolah Dasar (SD) Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP yang dibagikan bisa berguna buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap paras terbatas alasannya adalah Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa menyebarkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, October 5, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 6 Kurikulum 2013

October 05, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara semoga pembelajaran tetap berlangsung mirip menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bergotong-royong siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dikerjakan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor latih dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar alasannya waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas wacana bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 5 Kurikulum 2013

October 05, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara supaya pembelajaran tetap berjalan mirip memakai pembelajaran daring apalagi dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran apalagi dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menggemari alasannya pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada era pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul berguru dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran eksklusif ini dikembangkan secara khusuus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal memahami sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang dipakai dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang hendak dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 4, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 4 Kurikulum 2013

October 04, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di periode pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan aneka macam cara supaya pembelajaran tetap berjalan seperti memakai pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran terlebih dulu, dalam pembelajaran daring bahwasanya siswa lebih menyukai alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil peserta asuh dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kala pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar sebab waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yakni pembelajaran yang cuma mempergunakan modul berguru dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan cuma menggunakan bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang hendak diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan tentang desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 3 Kurikulum 2013

October 04, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di kurun pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara biar pembelajaran tetap berlangsung seperti memakai pembelajaran daring terlebih dahulu dengan memakai media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa gangguan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sesungguhnya siswa lebih menggemari karena pembelajaran lebih menarik, menciptakan siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima bimbing dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk kependekan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul mencar ilmu dan alat peraga serta media berguru yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang mau diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas perihal desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, October 3, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 2 Kurikulum 2013

October 03, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara agar pembelajaran tetap berlangsung seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bekerjsama siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih mempesona, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilaksanakan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kurun pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring ialah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan cuma memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa terhadap bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang direkomendasikan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlalu banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1 Kurikulum 2013

October 03, 2021
 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran di kala pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai banyak sekali cara agar pembelajaran tetap berjalan mirip menggunakan pembelajaran daring apalagi dulu dengan memakai media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa gangguan guru mesti memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sebetulnya siswa lebih menggemari alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang. 

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet. 

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan materi-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal mengetahui sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang diusulkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas ihwal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan ihwal rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 2, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

October 02, 2021

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP Luring yang dibagikan bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap wajah terbatas sebab Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa membuatkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Dua Kata Menempel Pada Diri Guru Mendidik Dan Mengajar Apa Bedanya!

October 02, 2021
 GURU adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas Dua Kata Melekat Pada Diri Guru Mendidik dan Mengajar Apa Bedanya!

BlogPendidikan.net
- GURU yakni faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang bermutu. Sehingga sukses tidaknya pendidikan meraih tujuan senantiasa dihubungkan dengan kiprah para guru. Oleh alasannya adalah itu, perjuangan-usaha yang dijalankan dalam meningkatkan kualitas pendidikan hendaknya dimulai dari kenaikan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya yakni mengenali dan mengetahui peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran.

GURU merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus. Tugas guru selaku profesi antara lain mencakup mendidik, mengajar dan melatih. Dengan kata lain, guru dituntut bisa menyelaraskan faktor kognitif, afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran.

Hal tersebut sesuai dengan amanat pasal 1 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 2005 perihal Guru dan Dosen. Dalam undang-undang ini disebutkan guru ialah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan memeriksa peserta ajar pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Mendidik

Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang mau diajarkan. Akan namun, ia pun harus memiliki kepribadian yang berpengaruh yang membuatnya selaku panutan bagi para siswanya. Hal ini penting alasannya adalah selaku seorang pendidik, guru tidak cuma mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. 

Guru juga mesti melatih keahlian, perilaku dan mental anak bimbing. Penanaman keahlian, sikap dan mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, namun mesti dikuasai dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya.

Mendidik yakni menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bahan yang disampaikan kepada anak. Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif jika diikuti dengan teladan yang baik dari gurunya yang mau dijadikan contoh bagi anak. 

Dengan demikian dibutuhkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan membuatnya bagian dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan peran guru bukan hanya menjejali anak dengan semua ilmu wawasan (transfer of knowledge) dan menjadikan siswa tahu segala hal. Akan namun guru juga mesti dapat berperan selaku pentransfer nilai-nilai (transfer of values).

Ada beberapa hal yang mesti diamati guru sebagai pendidik, yakni :
  1. Guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai pola bagi siswanya. Teladan di sini bukan mempunyai arti bahwa guru harus menjadi manusia sempurna yang tidak pernah salah. Guru adalah manusia umumyang tidak luput dari kesalahan. Tetapi guru harus berupaya menyingkir dari tindakan tercela yang hendak menjatuhkan harga dirinya.
  2. Guru mesti mengenal siswanya. Bukan saja perihal keperluan, cara mencar ilmu dan gaya belajarnya saja. Akan namun, guru harus mengetahui sifat, talenta, dan minat masing-masing siswanya sebagai seorang langsung yang berlawanan satu sama lainnya.
  3. Guru mesti mengatahui metode-tata cara penanaman nilai dan bagaimana memakai tata cara-tata cara tersebut sehingga berlangsung dengan efektif dan efisien.
  4. Guru harus memiliki wawasan yang luas tentang tujuan pendidikan Indonesia kebanyakan, sehingga menunjukkan arah dalam memberikan tutorial terhadap siswa.
  5. Guru harus mempunyai pengetahuan yang luas perihal bahan yang mau diajarkan. Selain itu guru mesti selalu belajar untuk menambah pengetahuannya, baik pengetahuan wacana materi-materi ajar ataupun peningkatan kemampuan mengajarnya biar lebih profesional.
Mengajar

Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan selaku memberikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya selaku pelaku imposisi ialah menuangkan materi ajar kepada siswa. 

Sedangkan di lain pihak, siswa secara pasif menerima materi pelajaran yang diberikan tersebut sehingga proses pengajaran bersifat monoton. Padahal, tugas guru selaku pengajar bukan cuma menyampaikan isu, tetapi masih banyak acara lain yang harus dijalankan guru agar proses pembelajaran mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Mengajar merupakan aktivitas yang dijalankan secara sengaja dalam upaya memberikan kemungkinan bagi siswa melaksanakan proses berguru sesuai dengan planning yang telah ditentukan untuk meraih tujuan pengajaran. Kaprikornus tugas guru selaku pengajar yakni bagaimana caranya agar siswa berguru. 

Beberapa hal yang harus dikerjakan guru biar siswa berguru sebagaimana disebutkan oleh (E Mulyasa), ialah sebagai berikut :
  1. Membuat gambaran: pada dasarnya ilustrasi menghubungkan sesuatu yang sedang dipelajari peserta didik dengan sesuatu yang sudah diketahuinya, dan pada waktu yang serupa memberikan embel-embel pengalaman terhadap mereka.
  2. Mendefinisikan: menaruh sesuatu yang dipelajari secara terang dan sederhana dengan memakai latihan dan pengalaman serta pengertian yang dimiliki oleh penerima asuh.
  3. Menganalisis: membahas masalah yang telah dipelajari bab demi bab, sebagaimana orang menyampaikan: ‘Cuts the learning into chewable bites’
  4. Mensintesis: mengembalikan bagian-bab yang telah dibahas ke dalam sebuah desain yang utuh sehingga mempunyai arti, relasi antara bab yang satu dengan lainnya nampak terang dan setiap dilema itu tetap berhubungan dengan keseluruhan yang lebih besar.
  5. Bertanya: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berarti dan tajam semoga apa yang sudah dipelajari menjadi lebih terperinci.
  6. Merespon: mereaksi atau menyikapi pertanyaan peserta latih. Pembelajaran akan lebih efektif kalau guru mampu menyikapi setiap pertanyaan penerima latih.
  7. Mendengarkan: mengerti akseptor ajar dan berusaha mempersempit setiap duduk perkara, serta menciptakan kesulitan nampak terang baik bagi guru maupun bagi siswa.
  8. Menciptakan akidah: akseptor didik akan menunjukkan iktikad terhadap keberhasilan guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.
  9. Memberikan persepsi yang beraneka ragam: melihat bahan yang dipelajari dari banyak sekali sudut pandang dan menyaksikan dilema dalam kombinasi yang bervariasi.
  10. Menyediakan media untuk mengkaji bahan persyaratan: menunjukkan pengalaman yang beragam lewat media pembelajaran dan sumber berguru yang berafiliasi dengan materi kriteria.
  11. Menyesuaikan tata cara pembelajaran dengan kesanggupan dan tingkat kemajuan peserta latih serta menghubungkan materi gres dengan sesuatu yang telah dipelajari.
  12. Memberikan nada perasaan: menciptakan pembelajaran lebih berarti dan hidup melalui antusias dan semangat.
Dua pemahaman antara Mendidik dan Mengajar selalu searah dalam proses pembelajaran. Mendidik mempunyai arti menanamkan nilai-nilai abjad yang terkandung setiap bahan pembelajaran. Mengajar menyampaikan pesan wawasan terhadap siswa dengan melalui perencanaan dan tujuan pembelajaran.

Nah... itu beliau perbedaan Mendidik dan Mengajar. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.


Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN. All rights reserved. Template by CB Blogger