Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts

Wednesday, October 13, 2021

Begini Cara Menghitung Daya Serap Dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

October 13, 2021
Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Setiap akhir proses pembelajaran pada akhir semester. Target Kurikulum (Taman Kanak-kanak), Daya Serap (DS), dan Taraf Serap (TS) umumnya dilaporkan terhadap kepala sekolah bersama-sama dikala pelaporan hasil selesai mencar ilmu siswa (rapor) selesai diolah. 
Rekapitulasi ini berfungsi untuk mengenali sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru kepada siswanya selama satu semester.

Tentang Daya Serap Siswa
 
Daya serap yaitu kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap pembelajaran.

Daya serap berasal dari kata “daya” yang mempunyai arti kekuatan, kemampuan, dan “serap” yang berarti mengambil. Kaprikornus daya serap dapat dibilang sebagai suatu kemampuan untuk menangkap dan mengetahui suatu materi sampai peserta bimbing mampu menjabarkan kembali materi yang diterima dengan benar. 

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akseptor bimbing terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap merupakan salah satu aspek yang mampu menghipnotis usaha yang dijalankan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan mengakibatkan perjuangan yang gampang dan tidak sukar dalam menghadapi dilema atau problem. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan segera dia dapat mengetahui, mengetahui dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis perihal fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir anak.
  2. Daya serap selaku tenaga pendorong yang berpengaruh.
  3. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap dapat meningkatkan minat belajar.
  5. Untuk memahami, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan materi mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses kegiatan berguru mengajar.
  6. Untuk mengembangkan kualitas berguru siswa.
Kurikulum

Kurikulum ialah alat untuk meraih tujuan pendidikan. Kaprikornus kurikulum itu ialah program pendidikan bukan acara pengajaran, maksudnya program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan banyak sekali materi asuh dan pengalaman  mencar ilmu baik yang berasal dari waktu yang lalu, kini maupun mendatang.

Kaprikornus, kurikulum ialah sutau acara pendidikan yang terdiri dari aneka macam materi ajar dan pengalaman mencar ilmu yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan aliran dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan penerima didik untuk meraih tujuan pendidikan.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurilkulum

Pada postingan berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menjumlah Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum. Semua akan dijelaskan lewat lembaran PDF yang mampu Anda unduh pada tautan diakhir goresan pena ini. 

Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum sungguh berkhasiat untuk guru dan sekolah selaku materi record selama satu semester dan satu tahun pelajaran untuk melaksanakan rancangan penilaian terhadap Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum, hingga sejauh mana pencapaian pembelajaran selama satu semester dan satu tahun pelajaran.

Untuk lebih mengetahui BlogPendidikan akan membuatkan Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum serta contoh formatnya.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum : UNDUH
Contoh Format Daya Serap Siswa : UNDUH
Contoh Format Taraf Serap Siswa : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 11, 2021

Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (Xls)

October 11, 2021
 Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (xls)

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam tata cara pendidikan ketika ini. Peningkatan mutu pendidikan mampu dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh penerima bimbing. Tentu saja untuk itu diharapkan tata cara penilaian yang bagus dan tidak bias. Sistem penilaian yang bagus akan bisa menunjukkan gambaran wacana kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan bisa membantu guru menyiapkan seni manajemen pembelajaran. 

Bagi akseptor asuh sendiri, tata cara evaluasi yang bagus akan mampu menawarkan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Dalam tata cara penilaian hasil berguru, penilaian ialah langkah lanjutan setelah dikerjakan pengukuran. berita yang diperoleh dari hasil pengukuran berikutnya dideskripsikan dan ditafsirkan.

Ruang Lingkup Penilaian

Cakupan evaluasi dalam kurikulum 2013 meliputi :

KI-1: kompetensi inti sikap spiritual
KI-2: kompetensi inti sikap sosial
KI-3: kompetensi inti wawasan
KI-4: kompetensi inti keterampilan

Penilaian hasil berguru penerima latih mencakup kompetensi sikap, wawasan, dan keahlian yang dilaksanakan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap akseptor ajar kepada tolok ukur yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

Teknik dan Instrumen Penilaian Kurikulum 2013

Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi perilaku, wawasan, dan kemampuan sebagai berikut :

1. Penilaian Kompetensi Sikap

Pendidik melaksanakan penilaian kompetensi perilaku melalui pengamatan, evaluasi diri, evaluasi “teman sejawat” (peer evaluation) oleh penerima latih dan jurnal. Instrumen yang dipakai untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar akseptor ajar adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dibarengi rubrik, sedangkan pada jurnal berbentukcatatan pendidik.

1) Observasi ialah teknik evaluasi yang dikerjakan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif dengan menggunakan fatwa observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diperhatikan.

2) Penilaian diri ialah teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan
keunggulan dan kekurangan dirinya dalam konteks  pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai
berupa lembar evaluasi diri.

3) Penilaian antar akseptor bimbing ialah teknik evaluasi dengan cara meminta peserta latih untuk
saling menganggap terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta bimbing.

4) Jurnal ialah catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi info hasil pengamatan
wacana kekuatan dan kekurangan akseptor bimbing yang berhubungan dengan sikap dan perilaku.

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan 

Pendidik menganggap kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes mulut, dan penugasan.

1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi anutan penskoran.

2) Instrumen tes lisan berbentukdaftar pertanyaan.

3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dilaksanakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

3. Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan lewat penilaian kinerja, adalah penilaian yang menuntut peserta  didik mendemonstrasikan sebuah kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang dipakai berbentukdaftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

1) Tes praktik yakni penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melaksanakan suatu acara atau sikap sesuai dengan permintaan kompetensi.

2) Projek yakni tugas-tugas belajar (learning tasks) yang mencakup acara perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun verbal dalam waktu tertentu.

3) Penilaian portofolio yaitu penilaian yang dijalankan dengan cara menganggap kumpulan seluruh karya peserta bimbing dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif integratif untuk mengenali minat, kemajuan, prestasi, dan/atau kreativitas penerima latih dalam masa waktu tertentu. 

Karya tersebut dapat berbentuk langkah-langkah aktual yang merefleksikan kepedulian akseptor didik terhadap lingkungannya. 

Instrumen penilaian mesti menyanggupi kriteria :

a. substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai
b. konstruksi yang menyanggupi patokan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang dipakai
c. penggunaan bahasa yang bagus dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat kemajuan penerima didik.

Berikut Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 dalam bentuk excel yang simpel dipakai dalam pembuatan nilai siswa. Untuk mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

Format Daftar Nilai Siswa Kurikulum 2013 (xls) : 1. UNDUH 2. UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, October 6, 2021

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

October 06, 2021
RPP Daring Sekolah Dasar (SD) Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP yang dibagikan bisa berguna buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap paras terbatas alasannya adalah Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa menyebarkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 2, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

October 02, 2021

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP Luring yang dibagikan bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap wajah terbatas sebab Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa membuatkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, October 1, 2021

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

October 01, 2021

Hal-hal yang perlu diamati dalam evaluasi

Adapun hal-hal yang perlu diamati pendidik supaya evaluasi lebih mempunyai arti dan implementatif dalam menyiapkan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, yaitu selaku berikut : 

  1. Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik bermaksud untuk memantau dan mengecek proses, kemajuan mencar ilmu, dan perbaikan hasil mencar ilmu peserta ajar secara berkesinambungan.
  2. Penilaian memakai acuan standar, yaitu mempunyai arti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  3. Sistem penilaian dijadwalkan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk: a). Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik, b). Bahan dan  penyusunan laporan pertumbuhan hasil mencar ilmu; dan c). Memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Hasil evaluasi dianalisis untuk memilih tindak lanjut, berbentukperbaikan proses pembelajaran, program remedial bagi penerima asuh yang pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan acara pengayaan bagi penerima ajar yang telah memenuhi ketuntasan.
  5. Sistem evaluasi terpadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu unsur yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus diubahsuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan observasi lapangan, maka dalam evaluasi harus ditekankan pada proses, dengan memakai instrumen pengamatan, wawancara, produk, dan penugasan lainnya.

Untuk menghimpun gosip ihwal kemajuan berguru peserta didik, terkait sikap, wawasan, dan keahlian perlu adanya tindakan yang mesti dikerjakan. Langkah tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan penilaian hasil belajar di SD.


1. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah aktivitas untuk mengenali perilaku peserta ajar pada dikala pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan sikap sesuai kecerdikan pekerti dalam rangka pembentukan aksara akseptor bimbing.

Upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan perilaku yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memperlihatkan pembiasaan dan training secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melaksanakan penilaian.

2. Penilaian Pengetahuan

Penilaian wawasan (KI-3) dilaksanakan dengan cara mengukur penguasaan penerima bimbing yang mencakup pengetahuan kasatmata, konseptual, dan prosedural dalam aneka macam tingkatan proses berpikir. 

Penilaian dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesusahan mencar ilmu (assesment as learning), evaluasi selaku proses pembelajaran (assessment for learning), dan evaluasi sebagai alat untuk mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran (assessment of learning).

3. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek kemampuan untuk memilih teknik evaluasi yang cocok. Tidak semua kompetensi dasar mampu diukur dengan evaluasi kinerja, penilaian proyek, atau portofolio. Penentuan teknik penilaian didasarkan pada karakteristik kompetensi keahlian yang hendak diukur. 

Penilaian keahlian dimaksudkan untuk mengenali penguasaan wawasan peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menuntaskan problem dalam kehidupan sebenarnya (dunia konkret). Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi.

Berikut format evaluasi dalam kurikulum 2013 yang mau dibagikan dalam postingan ini yang mencakup tiga faktor yaitu penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan kepada hasil belajar siswa.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 1 : RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, September 27, 2021

Format Kkm Kurikulum 2013 Untuk Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6

September 27, 2021
 Kriteria paling rendah untuk menyatakan siswa mencapai kentuntasan dinamakan Kriteria Ket Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Kriteria terendah untuk menyatakan siswa meraih kentuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).KKM mesti ditetapkan di permulaan tahun pedoman dimulai, lewat musyawarah dewan guru pada satu sekolah. Penetapan KKM pada satuan pendidikan ada dua model yakni :
  1. Lebih dari Satu KKM Satuan pendidikan dapat menentukan setiap mata pelajaran mempunyai KKM yang berbeda. Misalnya, KKM IPA (64), Matematika (60), Bahasa Indonesia (75), dan seterusnya.Di samping itu, KKM juga dapat ditentukan menurut rumpun mata pelajaran (kelompok mata pelajaran). Misalnya, rumpun MIPA (Matematika dan IPA) memiliki KKM 70, rumpun bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) memiliki KKM 75, rumpun sosial (IPS dan PPKn) mempunyai KKM 80, dan seterusnya.
  2. Satu KKM Satuan pendidikan dapat menentukan satu KKM untuk semua mata pelajaran. Setelah KKM setiap mata pelajaran diputuskan, KKM satuan pendidikan mampu ditetapkan dengan memilih KKM yang terendah, rata-rata, atau modus dari seluruh KKM mata pelajaran.
Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal ialah :
  1. Sebagai acuan bagi pendidik dalam menganggap kompetensi peserta asuh sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang dibarengi. Pendidik harus menawarkan tanggapanyang sempurna terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pertolongan layanan remedial atau layanan pengayaan
  2. Sebagai pola bagi akseptor latih dalam mempersiapkan diri mengikuti evaluasi mata pelajaran
  3. Dapat dipakai selaku bagian dari bagian dalam melakukan penilaian acara pembelajaran yang dijalankan di sekolah
  4. Merupakan persetujuan pedagogik antara pendidik dengan peserta ajar dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat
  5. Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran.
Teknis prosedur penentuan KKM mampu dijalankan dengan cara berikut :

1. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran.

2. Menentukan nilai faktor karakteristik penerima latih (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung). 

Dengan mencari rata-rata 3 faktor tersebut maka akan menjadi KKM KD wawasan dan kemampuan.

Adapun yang dimaksud dengan 3 aspek tersebut adalah:

A. Karakteristik Peserta Didik (Intake)
  • Karakteristik peserta bimbing (intake) bagi akseptor didik baru (kelas 1 Sekolah Dasar) melalui hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, peserta asuh gres (kelas VII) antara lain mengamati rata-rata nilai rapor SD, nilai cobaan sekolah SD, nilai hasil seleksi masuk peserta latih baru di jenjang SMP
  • Memperhatikan mutu peserta didik yang dapat diidentikasi antara lain berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, atau nilai rapor sebelumnya.
B. Karakteristik Mata Pelajaran (Kompleksitas) Karakteristik Mata Pelajaran

Kompleksitas yakni tingkat kesusahan dari masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya wawasan prasyarat.

C. Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung) Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung) meliputi antara lain :
  • kompetensi pendidik (contohnya nilai Uji Kompetensi Guru)
  • jumlah penerima didik dalam satu kelas
  • predikat pengesahan sekolah
  • kelayakan sarana prasarana sekolah.
3. KKM KD dasar untuk menerima KKM mata pelajaran

4. Jika satuan pendidikan menetapkan satu KKM maka KKM mata pelajaran dasar untuk menerima KKM satuan pendidikan 

Keterangan:

a. Untuk menemukan KKM mata pelajaran ataupun KKM satuan pendidikan mampu lewat rata-rata, nilai terendah, dan modus. 
b. Jika satuan pendidikan memilih KKM mata pelajaran maka jenjang kelas pada satu sekolah memiliki interval untuk predikat yang akan dipakai ke dalam rapor siswa berlainan setiap mata pelajaran dan setiap jenjang kelas. 
c. Tetapi jika diseleksi model satu KKM maka cukup satu KKM yang disebut dengan KKM satuan pendidikan, mempunyai satu interval dan satu predikat untuk semua kelas dan jenjang kelas pada satu sekolah.

Berikut format KKM Untuk jenjang Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 mampu Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 1 : Semester 1 UNDUH 2 UNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 2 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 3 : Semester 1 UNDUHUNDUH
 
Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 4 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 5 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 6 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Demikian perihal Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 supaya menunjukkan faedah buat Anda dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, September 22, 2021

Ada 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Mesti Diketahui

September 22, 2021
 Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum  Ada 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Harus Diketahui

BlogPendidikan.net
- Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 mempunyai karakteristik yang berlainan dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya. Terdapat 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan pada kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 ialah kurikulum terbaru yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2013 ini selaku bentuk pengembangan dari kurikulum sebelumnya ialah kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mencangkup kompetensi sikap, wawasan, dan kemampuan secara terpadu.

Hal ini senada dengan apa yag ditegaskan dalam pasal 1 ayat 29 Undang-Undang no. 20 tahun 2003 bahwa kurikulum ialah pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan selaku pemikiran penyelenggara acara pembelajaran untuk meraih tujuan pendidikan tertentu.

Berikut 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Perlu Diketahui :

1. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu

Pembelajaran mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, pada permulaan pembelajaran guru tidak berupaya untuk memberi tahu siswa alasannya itu bahan pembelajaran tidak disuguhkan dalam bentuk selesai. Pada permulaan pembelajaran guru menghidupkan rasa ingin tahu siswa kepada sebuah fenomena atau fakta kemudian mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk pertanyaan. 

Jika lazimnya aktivitas pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu. Oleh karena itu guru senantiasa memulai dengan menghidangkan alat bantu pembelajaran untuk membuatkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan.

2. Dari guru selaku satu-satunya sumber berguru menjadi mencar ilmu berbasis aneka sumber Pembelajaran berbasis sistem lingkungan

Dalam kegiatan pembelajaran membuka kesempatan kepada siswa sumber berguru seperti info dari buku siswa, internet, koran, majalah, acuan dari perpustakaan yang sudah disiapkan. 

Pada metode proyek, pemecahan dilema, atau inkuiri siswa mampu mempergunakan sumber berguru di luar kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu siswa mempergunakan sumber berguru di sekeliling lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.

3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan 

Penggunaan pendekatan ilmiah pergeseran ini menciptakan guru tidak hanya memakai sumber mencar ilmu tertulis sebagai satu-satunya sumber mencar ilmu siswa dan hasil berguru siswa hanya dalam bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, desain acara, mind maping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kesanggupan mempraktikan sesuatu yang mampu dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya.

4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi

Pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil berguru, tetapi dari kegiatan dalam proses berguru. Yang dikembangkan dan dinilai ialah perilaku, pengetahuan, dan keterampilannya.

5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu

mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi unsur tata cara yang terpadu. Semua materi pelajaran perlu ditaruh dalam tata cara yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan.

Oleh sebab itu guru perlu mendesain pembelajaran bersama-sama, menentukan karya siswa tolong-menolong, serta menentukan karya utama pada tiap mata pelajaran tolong-menolong, biar beban berguru siswa dapat diatur sehingga tugas yang banyak, acara yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi beban berguru berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan siswa.

6. Dari pembelajaran yang menekankan tanggapan tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi

Disini siswa berguru mendapatkan kebenaran tidak tunggul. Siswa menyaksikan awan yang sama di suatu kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan pada jam yang sama dari tempat yang berjauhan, mereka akan melukiskannya berlawanan-beda, semua benar tentang awan itu, benar menjadi bermacam-macam.

7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif

Pada waktu kemudian pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam bentuk ekspresi guru, fakta disuguhkan dalam bentuk berita mulut, kini siswa mesti lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang menciptakan siswa melihat, meraba, merasa dengan panca indranya. Siswa mencar ilmu tidak hanya dengan mendengar, namun dengan menggunakan panca indra yang lain.

8. Peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan fisikal (hardskills) dan keahlian mental (softskills)

hasil mencar ilmu pada rapor tidak cuma melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya, namun menyajikan berita menyangkut perkembangan sikapnya dan keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa keahlian membaca, menulis, berbicara, mendengar yang merefleksikan keahlian berpikirnya. Keterampilan mampu juga dalam bentuk kegiatan dalam menghasilkan karya, hingga pada kemampuan berkomunikasi yang santun, keterampilan menghargai usulan dan yang yang lain.

9. Pembelajaran yang memprioritaskan pembudayaan dan pemberdayaan siswa selaku pembelajar sepanjang hayat

Ini memerlukan guru untuk menyebarkan pembiasaan sejak dini untuk melakukan norma yang baik sesuai dengan budaya penduduk setempat, dalam ruang lingkup yang lebih luas siswa perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan mempunyai kesanggupan untuk menyesuaikan dengan dengan keperluan mengikuti keadaan pada lingkungan global.

Kebiasaan membaca, menulis, memakai teknologi, bicara yang santun ialah aktivitas yang tidak cuma dibutuhkan dalam budaya lokal, namun berfaedah untuk bersaing dalam ruang lingkup global.

10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan menyebarkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)

Di sini guru perlu menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi acuan, memberi acuan bagaimana hidup senantiasa belajar, hidup patuh melakukan agama dan prilaku baik lain. Guru di depan jadi pola, di tengah siswa menjadi sahabat belajar, di belakang selalu mendorong semangat siswa tumbuh membuatkan pontensi dirinya secara maksimal.

11. Pembelajaran berjalan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat

Karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu yang lebih banyak dan mempergunakan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam kelas.

12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa semua orang ialah guru, semua orang adalah siswa, dan di mana saja ialah kelas

Prinsip ini pertanda bahwa ruang mencar ilmu siswa tidak cuma dibatasi dengan dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk siswa mencar ilmu. Lingkungan sekolah sebagai ruang berguru yang sungguh ideal untuk menyebarkan kompetensi siswa. Oleh alasannya adalah itu pembelajaran
hendaknya dapat berbagi metode yang terbuka.

13. Pemanfaatan teknologi isu dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran

Di sini sekolah perlu memajukan daya guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK. Jika guru belum memiliki kapasitas yang mumpuni siswa mampu berguru dari siapa saja. Yang terpenting mereka mesti mampu menguasai TIK sebabab mendapatkan pelajaran dengan perlindungan TIK atau tidak siswa tetap akan menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak memfasilitasi niscaya daya kompetisi siswa akan jomplang daripada siswa yang memeroleh pelajaran menggunakannya.

14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa

Cita-cita, latar belakang keluarga, cara menerima pendidikan di rumah, cara pandang, cara berguru, cara berpikir, keyakinan siswa berlawanan-beda. Oleh alasannya adalah itu pembelajaran harus melihat perbedaan itu selaku kekayaan yang potensial dan indah bila dikembangkan menjadi kesatuan yang mempunyai komponen keragaman. Hargai semua siswa, kembangkan kerja sama, dan biarkan siswa berkembang menurut potensinya masing-masing dalam koloborasi kelompoknya.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, September 20, 2021

Begini Cara Menghitung Daya Serap Dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

September 20, 2021
Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Setiap akhir proses pembelajaran pada akhir semester. Target Kurikulum (Taman Kanak-kanak), Daya Serap (DS), dan Taraf Serap (TS) umumnya dilaporkan terhadap kepala sekolah bersama-sama dikala pelaporan hasil selesai mencar ilmu siswa (rapor) selesai diolah. 
Rekapitulasi ini berfungsi untuk mengenali sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru kepada siswanya selama satu semester.

Tentang Daya Serap Siswa
 
Daya serap yaitu kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap pembelajaran.

Daya serap berasal dari kata “daya” yang mempunyai arti kekuatan, kemampuan, dan “serap” yang berarti mengambil. Kaprikornus daya serap dapat dibilang sebagai suatu kemampuan untuk menangkap dan mengetahui suatu materi sampai peserta bimbing mampu menjabarkan kembali materi yang diterima dengan benar. 

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akseptor bimbing terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap merupakan salah satu aspek yang mampu menghipnotis usaha yang dijalankan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan mengakibatkan perjuangan yang gampang dan tidak sukar dalam menghadapi dilema atau problem. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan segera dia dapat mengetahui, mengetahui dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis perihal fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir anak.
  2. Daya serap selaku tenaga pendorong yang berpengaruh.
  3. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap dapat meningkatkan minat belajar.
  5. Untuk memahami, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan materi mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses kegiatan berguru mengajar.
  6. Untuk mengembangkan kualitas berguru siswa.
Kurikulum

Kurikulum ialah alat untuk meraih tujuan pendidikan. Kaprikornus kurikulum itu ialah program pendidikan bukan acara pengajaran, maksudnya program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan banyak sekali materi asuh dan pengalaman  mencar ilmu baik yang berasal dari waktu yang lalu, kini maupun mendatang.

Kaprikornus, kurikulum ialah sutau acara pendidikan yang terdiri dari aneka macam materi ajar dan pengalaman mencar ilmu yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan aliran dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan penerima didik untuk meraih tujuan pendidikan.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurilkulum

Pada postingan berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menjumlah Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum. Semua akan dijelaskan lewat lembaran PDF yang mampu Anda unduh pada tautan diakhir goresan pena ini. 

Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum sungguh berkhasiat untuk guru dan sekolah selaku materi record selama satu semester dan satu tahun pelajaran untuk melaksanakan rancangan penilaian terhadap Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum, hingga sejauh mana pencapaian pembelajaran selama satu semester dan satu tahun pelajaran.

Untuk lebih mengetahui BlogPendidikan akan membuatkan Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum serta contoh formatnya.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum : UNDUH
Contoh Format Daya Serap Siswa : UNDUH
Contoh Format Taraf Serap Siswa : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, September 19, 2021

Versi Penilaian Menurut Jenis Dan Teknik Penilaiannya

September 19, 2021
Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiaannya Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiannya

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk menemukan, menganalisis, dan menafsirkan data wacana proses dan hasil berguru penerima ajar yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga menjadi informasi yang berarti dalam pengambilan keputusan. 

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, maka penilaiannya lebih menekankan pada evaluasi proses baik pada faktor perilaku, wawasan, dan kemampuan.

Model Penilaian Berdasarkan Jenis

Penilaian pendidikan selaku proses pengumpulan dan pembuatan berita untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik meliputi penilaian sahih, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan selesai semester yang diuraikan sebagai berikut :

1. Penilaian sahih ialah penilaian yang dijalankan secara komprehensif untuk menganggap aspek sikap, pengetahuan, kemampuan mulai dari masukan (input), proses, sampai keluaran (output) pembelajaran. Penilaian asli bersifat alami, apa adanya, tidak dalam situasi stress.

2. Penilaian diri ialah penilaian yang dilaksanakan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan standar yang telah ditetapkan.

3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menganggap keseluruhan entitas proses mencar ilmu peserta asuh termasuk penugasan perseorangan dan/atau golongan di dalam dan/atau di luar kelas dalam masa waktu tertentu.

4. Ulangan ialah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor ajar secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk mengawasi pertumbuhan dan perbaikan hasil berguru peserta asuh.

5. Ulangan harian merupakan acara yang dikerjakan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor latih setelah menuntaskan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes mulut, dan penugasan.

6. Ulangan tengah semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor asuh sesudah melaksanakan 8-9 ahad aktivitas pembelajaran.

7. Ulangan simpulan semester ialah kegiatan yang dijalankan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi penerima latih di selesai semester.

Teknik Penilaian
 
Penilaian di SD dilakukan dalam banyak sekali teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, ialah perilaku, pengetahuan, dan keahlian

1. Teknik Penilaian Sikap

a. Contoh muatan KI-1 (perilaku spiritual) antara lain:
  • Ketaatan beribadah
  • Berperilaku syukur
  • Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan acara
  • Toleransi dalam beribadah
b. Contoh muatan KI-2 (perilaku sosial) antara lain:
  • Jujur
  • Disiplin
  • Tanggung jawab
  • Santun
  • Peduli
  • Percaya diri 
  • Bisa disertakan lagi perilaku-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, kecermatan, keteguhan, dll.
Penilaian apek sikap dijalankan melalui observasi, penilaian diri, evaluasi
antar sobat, dan jurnal Antara lain :

a. Observasi

Merupakan teknik penilaian yang dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif dengan memakai format pengamatan yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati. Hal ini dijalankan dikala pembelajaran maupun diluar pembelajaran

b. Penilaian Diri 

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta peserta bimbing untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berbentuklembar evaluasi diri.

c. Penilaian Antarteman

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor asuh untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian akseptor latih. Instrumen yang digunakan berbentuklembar evaluasi antar penerima asuh.

d. Jurnal Catatan Guru

Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi
hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta bimbing yang
berkaitan dengan perilaku dan sikap. Jurnal mampu dibilang sebagai catatan
yang berkesinambungan dari hasil observasi.

2. Teknik Penilaian Pengetahuan

Aspek Pengetahuan mampu dinilai dengan cara berikut:

A. Tes tulis

Tes tulis ialah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa opsi ganda,
isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

B. Tes Lisan

Tes lisan berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap
(oral) sehingga penerima didik menyikapi pertanyaan tersebut secara ucap
juga, sehingga menjadikan keberanian. Jawaban mampu berupa kata, frase,
kalimat maupun faragraf yang diucapkan.

C. Penugasan

Penugasan yakni evaluasi yang dikerjakan oleh pendidik yang dapat
berbentukpekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai
dengan karakteristik tugasnya.

3. Teknik Penilaian Keterampilan

Aspek keterampilan mampu dinilai dengan cara berikut:

a. Kinerja atau Performance

Adalah sebuah penilaian yang meminta siswa untuk melakukan sebuah peran pada suasana yang bahu-membahu yang mengaplikasikan wawasan dan keterampilan yang diperlukan. Misalnya peran memainkan alat musik, memakai mikroskop, menyanyi, bermain tugas, menari. Contoh penilaian tes performance atau kinerja akan diberikan pada bagian Implementasi pada bab berikutnya.

b. Projek

Penilaian Projek ialah penilaian terhadap tugas yang mengandung pemeriksaan dan harus tertuntaskan dalam kala/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan
menawarkan berita ihwal pengertian dan pengetahuan siswa pada
pembelajaran tertentu, kesanggupan siswa dalam mengaplikasikan
wawasan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan gosip.

Penilaian projek sangat direkomendasikan alasannya adalah menolong membuatkan
ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir
inovatif) akseptor didik . misalnya menciptakan laporan pemanfaatan energy di
dalam kehidupan, membuat laporan hasil observasi pertumbuhan
tanaman. 

c. Portofolio

Penilaian dengan mempergunakan Portofolio merupakan evaluasi lewat
sekumpulan karya peserta asuh yang tersusun secara sistematis dan
terorganisasi yang dikerjakan selama abad waktu tertentu. Portofolio
dipakai oleh guru dan peserta latih untuk mengawasi secara terus
menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan akseptor latih dalam
bidang tertentu. Dengan demikian penilaian portofolio menunjukkan
gambaran secara menyeluruh wacana proses & pencapaian hasil mencar ilmu
akseptor asuh.

Portofolio merupakan bab terpadu dari pembelajaran sehingga guru
mengenali sedini mungkin kekuatan dan kekurangan akseptor bimbing dalam
menguasai kompetensi pada sebuah tema. 

Misalnya kompetensi pada tema “senantiasa berhemat energy”.Contoh kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan. Kemampuan menciptakan laporan hasil percobaan tentu tidak saat itu juga dikuasai penerima didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, sampai laporan tamat yang siap
dihidangkan. 

Selama proses ini dibutuhkan tutorial guru melalui catatancatatan tentang karya penerima bimbing sebagai masukan perbaikan lebih lanjut. Kumpulan karya anak sejak draf sampai laporan selesai berserta catatan catatan selaku masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.

Di samping menampung karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa menampung catatan hasil penilaian diri dan sobat sejawat perihal kompetensi yang sama serta sikap dan sikap sehari hari penerima ajar yang bersangkutan.

Agar penilaian portofolio berlangsung efektif guru beserta peserta asuh perlu
menentukan hal-hal yang harus dilaksanakan dalam menggunakan portofolio
Sebagai berikut:
  1. masing-masing penerima bimbing memiliki porto folio sendiri yang di dalamnya menampung hasil berguru siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
  2. menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
  3. sewaktu waktu penerima ajar diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dikerjakan akseptor bimbing dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap
  4. peserta ajar dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru
  5. catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dikerjakan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga pertumbuhan pertumbuhan mencar ilmu penerima asuh dapat terlihat. 
Demikian wacana Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiaannya semoga berfaedah dan terima kasih.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN. All rights reserved. Template by CB Blogger