Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Tuesday, October 12, 2021

Kumpulan Jurnal Guru, Dan Laporan Pembelajaran Ptm Terbatas, Daring Dan Luring

Kumpulan Jurnal Guru, Dan Laporan Pembelajaran Ptm Terbatas, Daring Dan Luring

October 12, 2021
2. Jurnal Harian Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : DISINI
3. Jurnal Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring : DISINI
4. Jurnal Agenda Harian Guru Mengajar 2 : DISINI
5. Jurnal Mengajar Daring dan Luring-2 : DISINI
6. Catatan Harian Guru : DISINI
7.  Jurnal Kegiatan Harian Guru : DISINI

Contoh laporan pembelajaran daring dan luring

Laporan Pembelajaran Luring : DISINI
Laporan Pembelajaran Daring : DISINI
Laporan Pembelajaran Daring dan Luring 2 : DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 11, 2021

Wednesday, October 6, 2021

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Daring Sekolah Dasar (Sd) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 Dan 6 Kurikulum 2013

October 06, 2021
RPP Daring Sekolah Dasar (SD) Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Daring SD (Sekolah Dasar) Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP yang dibagikan bisa berguna buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap paras terbatas alasannya adalah Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa menyebarkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, October 5, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 6 Kurikulum 2013

October 05, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara semoga pembelajaran tetap berlangsung mirip menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bergotong-royong siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dikerjakan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor latih dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar alasannya waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas wacana bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 5 Kurikulum 2013

October 05, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara supaya pembelajaran tetap berjalan mirip memakai pembelajaran daring apalagi dahulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran apalagi dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menggemari alasannya pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada era pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul berguru dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran eksklusif ini dikembangkan secara khusuus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal memahami sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang disarankan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang dipakai dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang hendak dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan wajar . Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, October 4, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 4 Kurikulum 2013

October 04, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di periode pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan aneka macam cara supaya pembelajaran tetap berjalan seperti memakai pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media umum seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa kendala guru mesti memandu pembelajaran terlebih dulu, dalam pembelajaran daring bahwasanya siswa lebih menyukai alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil peserta asuh dibiarkan saja libur panjang sampai menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kala pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar sebab waktu pembelajaran di minimalkan sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yakni pembelajaran yang cuma mempergunakan modul berguru dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan cuma menggunakan bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa terhadap materi pelajaran yang hendak diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menganggap tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan perihal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan tentang desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 3 Kurikulum 2013

October 04, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di kurun pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai berbagai cara biar pembelajaran tetap berlangsung seperti memakai pembelajaran daring terlebih dahulu dengan memakai media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa gangguan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sesungguhnya siswa lebih menggemari karena pembelajaran lebih menarik, menciptakan siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau mesti dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima bimbing dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada periode pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk kependekan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang cuma memanfaatkan modul mencar ilmu dan alat peraga serta media berguru yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak menggunakan koneksi internet dan hanya memakai bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang mau diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam individual atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa utamanya dalam hal mengerti sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang dianjurkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membahas perihal desain proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, October 3, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 2 Kurikulum 2013

October 03, 2021

 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di abad pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai aneka macam cara agar pembelajaran tetap berlangsung seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dulu dengan menggunakan media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan tanpa hambatan guru harus memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring bekerjsama siswa lebih menggemari sebab pembelajaran lebih mempesona, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilaksanakan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin penerima didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada kurun pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan mirip terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang ialah bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring ialah pembelajaran yang hanya mempergunakan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa mesti memakai jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan cuma memakai bahan-materi pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran eksklusif merupakan cara mengenalkan siswa terhadap bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran pribadi ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa khususnya dalam hal mengetahui sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai wawasan procedural dan wawasan deklaratif yang direkomendasikan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlalu banyak membicarakan tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana prosedur pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan wacana rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pemahaman diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan info terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1 Kurikulum 2013

October 03, 2021
 Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran di kala pandemi Covid-19 ini di sekolah ini memakai banyak sekali cara agar pembelajaran tetap berjalan mirip menggunakan pembelajaran daring apalagi dulu dengan memakai media sosial mirip aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran mampu berjalan tanpa gangguan guru mesti memandu pembelajaran apalagi dulu, dalam pembelajaran daring sebetulnya siswa lebih menggemari alasannya adalah pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi ingin tau dalam prosesnya menciptakan siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dijalankan di tengah wabah covid-19. Sebab, mustahil akseptor ajar dibiarkan saja libur panjang hingga menanti covid 19 akan hilang. 

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa hambatan seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di minimalisir sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk abreviasi dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring adalah pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media mencar ilmu yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet. 

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan materi-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran pribadi ialah cara mengenalkan siswa kepada bahan pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga mampu menggunakannya untuk menganggap tingkat wawasan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk memajukan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal mengetahui sesuatu (wawasan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan wawasan deklaratif yang diusulkan secara sedikit demi sedikit.

Kita tidak akan terlampau banyak membahas ihwal bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda mengerti bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada postingan berikut akan membicarakan ihwal rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang mau dipakai pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada keadaan normal. Untuk lebih jelasnya Anda mampu mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Saturday, October 2, 2021

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

Rpp Pembelajaran Luring Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6 Kurikulum 2013

October 02, 2021

RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Daring Sekolah Dasar (Sekolah Dasar) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP Luring yang dibagikan bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap wajah terbatas sebab Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa membuatkan.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, October 1, 2021

Jurnal Harian Dan Jurnal Guru Mengajar Kelas 3 Dan 6 Sd

Jurnal Harian Dan Jurnal Guru Mengajar Kelas 3 Dan 6 Sd

October 01, 2021

Itu beliau wacana Jurnal Harian dan Jurnal Guru Mengajar Kelas 3 dan 6 SD, biar mampu bermanfaat, dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/
Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

Format Evaluasi Hasil Belajar Siswa Tiga Faktor Kurikulum 2013 (Xls)

October 01, 2021

Hal-hal yang perlu diamati dalam evaluasi

Adapun hal-hal yang perlu diamati pendidik supaya evaluasi lebih mempunyai arti dan implementatif dalam menyiapkan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, yaitu selaku berikut : 

  1. Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik bermaksud untuk memantau dan mengecek proses, kemajuan mencar ilmu, dan perbaikan hasil mencar ilmu peserta ajar secara berkesinambungan.
  2. Penilaian memakai acuan standar, yaitu mempunyai arti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  3. Sistem penilaian dijadwalkan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk: a). Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik, b). Bahan dan  penyusunan laporan pertumbuhan hasil mencar ilmu; dan c). Memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Hasil evaluasi dianalisis untuk memilih tindak lanjut, berbentukperbaikan proses pembelajaran, program remedial bagi penerima asuh yang pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan acara pengayaan bagi penerima ajar yang telah memenuhi ketuntasan.
  5. Sistem evaluasi terpadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu unsur yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus diubahsuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan observasi lapangan, maka dalam evaluasi harus ditekankan pada proses, dengan memakai instrumen pengamatan, wawancara, produk, dan penugasan lainnya.

Untuk menghimpun gosip ihwal kemajuan berguru peserta didik, terkait sikap, wawasan, dan keahlian perlu adanya tindakan yang mesti dikerjakan. Langkah tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan penilaian hasil belajar di SD.


1. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah aktivitas untuk mengenali perilaku peserta ajar pada dikala pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan sikap sesuai kecerdikan pekerti dalam rangka pembentukan aksara akseptor bimbing.

Upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan perilaku yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memperlihatkan pembiasaan dan training secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melaksanakan penilaian.

2. Penilaian Pengetahuan

Penilaian wawasan (KI-3) dilaksanakan dengan cara mengukur penguasaan penerima bimbing yang mencakup pengetahuan kasatmata, konseptual, dan prosedural dalam aneka macam tingkatan proses berpikir. 

Penilaian dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesusahan mencar ilmu (assesment as learning), evaluasi selaku proses pembelajaran (assessment for learning), dan evaluasi sebagai alat untuk mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran (assessment of learning).

3. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek kemampuan untuk memilih teknik evaluasi yang cocok. Tidak semua kompetensi dasar mampu diukur dengan evaluasi kinerja, penilaian proyek, atau portofolio. Penentuan teknik penilaian didasarkan pada karakteristik kompetensi keahlian yang hendak diukur. 

Penilaian keahlian dimaksudkan untuk mengenali penguasaan wawasan peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menuntaskan problem dalam kehidupan sebenarnya (dunia konkret). Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi.

Berikut format evaluasi dalam kurikulum 2013 yang mau dibagikan dalam postingan ini yang mencakup tiga faktor yaitu penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan kepada hasil belajar siswa.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 1 : RPP Pembelajaran Luring Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate wacana guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Tuesday, September 28, 2021

Begini Proses Penyaluran, Pelaporan Dan Komponen Pembiayaan Dana Bos Reguler

September 28, 2021
 Pelaporan dan Komponen Pembiayan Dana BOS Reguler Begini Proses Penyaluran, Pelaporan dan Komponen Pembiayaan Dana BOS Reguler

BlogPendidikan.net
- Dana Bantuan Operasional Sekolah (Dana BOS) yaitu dana yang dipakai utamanya untuk mendanai belanja nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah selaku pelaksana program wajib mencar ilmu dan dapat dimungkinkan untuk mendanai beberapa acara lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-usul.

Dana BOS Reguler yaitu Dana BOS yang dialokasikan untuk menolong keperluan belanja operasional seluruh penerima didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Bagaimana Proses Penyaluran Dana BOS ?

Penyaluran Dana BOS Reguler dikerjakan secara bertahap dengan ketentuan:
  1. Penyaluran tahap I dilakukan setelah sekolah memberikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap II tahun sebelumnya
  2. Penyaluran tahap II dilaksanakan sesudah sekolah memberikan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap III tahun sebelumnya
  3. Penyaluran tahap III dijalankan sekolah menyampaikan penyampaian laporan tahap I tahun budget berjalan.
Sekolah mampu eksklusif menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai penyelenggaraan operasional sekolah sehabis Dana BOS Reguler disalurkan langsung dari pusat dan masuk ke Rekening Sekolah.

Rekening Sekolah
  1. Rekening Sekolah pada sekolah yang diselenggarakan oleh penduduk ditentukan oleh Kementerian
  2. Rekening Sekolah pada sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah ditentukan oleh Pemda
  3. Pemda memberikan Rekening Sekolah melalui metode aplikasi pengelolaan Dana BOS pada Kementerian
  4. Dalam hal Pemerintah Daerah melakukan pergantian Rekening Sekolah, Pemerintah Daerah harus memberikan pergeseran melalui sistem
  5. Penyampaian pergeseran Rekening Sekolah disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum waktu penyaluran Dana BOS Reguler
Pelaporan Dana BOS

Penyampaian laporan penggunaan Dana BOS Reguler dijalankan dengan ketentuan selaku berikut:
  1. Penyampaian pelaporan tahap I paling lambat bulan September tahun anggaran berjalan
  2. Penyampaian pelaporan tahap II paling lambat bulan Desember tahun budget berjalan
  3. Penyampaian pelaporan tahap III paling lambat bulan April tahun anggaran selanjutnya.
Pelaporan pertanggung jawaban penggunaan Dana BOS oleh Sekolah dikerjakan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sekolah mesti menyusun pembukuan secara lengkap. Pembukuan diikuti dengan dokumen penunjang. Pembukuan yang mesti disusun oleh sekolah selaku berikut :
  • RKAS
  • Buku kas umum
  • Buku pembantu kas
  • Buku pembantu bank
  • Buku pembantu pajak
  • Dokumen lain yang dibutuhkan;
2. Sekolah mesti menyusun laporan secara lengkap dengan ketentuan sebagai berikut:
  • melaksanakan rekapitulasi realisasi penggunaan Dana BOS reguler yakni melaksanakan rekapitulasi penggunaan Dana BOS Reguler menurut standar pengembangan sekolah dan komponen pembiayaan Dana BOS Reguler
  • realisasi penggunaan dana yang dilaporkan ialah seluruh penggunaan Dana BOS Reguler yang diterima sekolah pada tahun berkenaan
  • laporan dibentuk tiap tahap dan ditandatangani oleh Bendahara, kepala sekolah, dan Komite Sekolah serta disimpan di sekolah
  • sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana BOS Reguler kepada Pemda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
3. Sekolah mesti memublikasikan semua pelaporan baik penerimaan dan penggunaan Dana BOS Reguler terhadap penduduk secara terbuka. Dokumen yang mesti dipublikasikan yaitu rekapitulasi Dana BOS Reguler menurut unsur pembiayaan. Publikasi laporan dilaksanakan pada papan isu Sekolah atau kawasan yang lain yang gampang diakses oleh masyarakat.

4. Pajak terkait penggunaan Dana BOS Reguler di sekolah mengikuti ketentuan peraturan perundang-permintaan tentang pajak nasional dan pajak tempat.

Komponen Dana BOS Reguler

Sekolah menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah mencakup komponen sebagai berikut:
  1. Penerimaan Peserta Didik gres
  2. Pengembangan perpustakaan
  3. Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dan ekstrakurikuler
  4. Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran
  5. Pelaksanaan manajemen acara sekolah
  6. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
  7. Pembiayaan langganan daya dan jasa
  8. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
  9. Penyediaan alat multimedia pembelajaran
  10. Penyelenggaraan acara kenaikan kompetensi kemampuan
  11. Penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan
  12. Pembayaran honor
Sekolah menentukan bagian penggunaan Dana BOS Reguler sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pembayaran honor dipakai paling banyak 50% (lima
puluh persen) dari keseluruhan jumlah alokasi Dana BOS Reguler yang diterima oleh sekolah.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Monday, September 27, 2021

Format Kkm Kurikulum 2013 Untuk Sd Kelas 1, 2, 3, 4, 5, Dan 6

September 27, 2021
 Kriteria paling rendah untuk menyatakan siswa mencapai kentuntasan dinamakan Kriteria Ket Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Kriteria terendah untuk menyatakan siswa meraih kentuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).KKM mesti ditetapkan di permulaan tahun pedoman dimulai, lewat musyawarah dewan guru pada satu sekolah. Penetapan KKM pada satuan pendidikan ada dua model yakni :
  1. Lebih dari Satu KKM Satuan pendidikan dapat menentukan setiap mata pelajaran mempunyai KKM yang berbeda. Misalnya, KKM IPA (64), Matematika (60), Bahasa Indonesia (75), dan seterusnya.Di samping itu, KKM juga dapat ditentukan menurut rumpun mata pelajaran (kelompok mata pelajaran). Misalnya, rumpun MIPA (Matematika dan IPA) memiliki KKM 70, rumpun bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) memiliki KKM 75, rumpun sosial (IPS dan PPKn) mempunyai KKM 80, dan seterusnya.
  2. Satu KKM Satuan pendidikan dapat menentukan satu KKM untuk semua mata pelajaran. Setelah KKM setiap mata pelajaran diputuskan, KKM satuan pendidikan mampu ditetapkan dengan memilih KKM yang terendah, rata-rata, atau modus dari seluruh KKM mata pelajaran.
Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal ialah :
  1. Sebagai acuan bagi pendidik dalam menganggap kompetensi peserta asuh sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang dibarengi. Pendidik harus menawarkan tanggapanyang sempurna terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pertolongan layanan remedial atau layanan pengayaan
  2. Sebagai pola bagi akseptor latih dalam mempersiapkan diri mengikuti evaluasi mata pelajaran
  3. Dapat dipakai selaku bagian dari bagian dalam melakukan penilaian acara pembelajaran yang dijalankan di sekolah
  4. Merupakan persetujuan pedagogik antara pendidik dengan peserta ajar dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat
  5. Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran.
Teknis prosedur penentuan KKM mampu dijalankan dengan cara berikut :

1. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran.

2. Menentukan nilai faktor karakteristik penerima latih (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung). 

Dengan mencari rata-rata 3 faktor tersebut maka akan menjadi KKM KD wawasan dan kemampuan.

Adapun yang dimaksud dengan 3 aspek tersebut adalah:

A. Karakteristik Peserta Didik (Intake)
  • Karakteristik peserta bimbing (intake) bagi akseptor didik baru (kelas 1 Sekolah Dasar) melalui hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, peserta asuh gres (kelas VII) antara lain mengamati rata-rata nilai rapor SD, nilai cobaan sekolah SD, nilai hasil seleksi masuk peserta latih baru di jenjang SMP
  • Memperhatikan mutu peserta didik yang dapat diidentikasi antara lain berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, atau nilai rapor sebelumnya.
B. Karakteristik Mata Pelajaran (Kompleksitas) Karakteristik Mata Pelajaran

Kompleksitas yakni tingkat kesusahan dari masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya wawasan prasyarat.

C. Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung) Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung) meliputi antara lain :
  • kompetensi pendidik (contohnya nilai Uji Kompetensi Guru)
  • jumlah penerima didik dalam satu kelas
  • predikat pengesahan sekolah
  • kelayakan sarana prasarana sekolah.
3. KKM KD dasar untuk menerima KKM mata pelajaran

4. Jika satuan pendidikan menetapkan satu KKM maka KKM mata pelajaran dasar untuk menerima KKM satuan pendidikan 

Keterangan:

a. Untuk menemukan KKM mata pelajaran ataupun KKM satuan pendidikan mampu lewat rata-rata, nilai terendah, dan modus. 
b. Jika satuan pendidikan memilih KKM mata pelajaran maka jenjang kelas pada satu sekolah memiliki interval untuk predikat yang akan dipakai ke dalam rapor siswa berlainan setiap mata pelajaran dan setiap jenjang kelas. 
c. Tetapi jika diseleksi model satu KKM maka cukup satu KKM yang disebut dengan KKM satuan pendidikan, mempunyai satu interval dan satu predikat untuk semua kelas dan jenjang kelas pada satu sekolah.

Berikut format KKM Untuk jenjang Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013 mampu Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 1 : Semester 1 UNDUH 2 UNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 2 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 3 : Semester 1 UNDUHUNDUH
 
Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 4 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 5 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Format KKM Kurikulum 2013 Untuk SD Kelas 6 : Semester 1 UNDUHUNDUH

Demikian perihal Format KKM Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 supaya menunjukkan faedah buat Anda dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate ihwal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Sunday, September 26, 2021

6 Indikator Guru Dalam Kompetensi Pedagogik

September 26, 2021
 Indikator Guru Dalam Kompeten Pedagogik 6 Indikator Guru Dalam Kompetensi Pedagogik

BlogPendidikan.net
- Memiliki kompetensi yang cakap bagi guru yaitu suatu kewajiban. Hal ini dikarenakan mutu yang dimiliki oleh guru akan mensugesti pula mutu sekolah dimana beliau mengajar dan juga mensugesti hasil proses mencar ilmu dan mengajar yang diterima oleh siswa.

Tentang Kompetensi Pedagogik

Pedagogik memiliki arti ilmu mendidik. Kompetensi pedagogik merupakan sebuah performansi (kesanggupan) seseorang dalam bidang ilmu pendidikan. Untuk menjadi guru yang profesional mesti memiliki kompetensi pedagogik. Seorang guru mesti mempunyai wawasan dan pemahaman serta kesanggupan dan keterampilan pada bidang profesi kependidikan.

Ilmu pedagogik adalah ilmu yang membahas duduk perkara atau dilema-problem dalam pendidikan dan kegiatan-aktivitas mendidik, antara lain seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, arah melakukan pendidikan, anak latih, pendidik dan sebagainya. 

Pedagogik termasuk ilmu yang sifatnya teoritis dan praktis. Oleh alasannya itu pedagogik banyak  berafiliasi dengan ilmu)ilmu lain seperti ilmu sosial, ilmu psikologi, psikologi berguru, metodologi pengajaran, sosiologi, filsafat dan lainya
 
Berikut 6 Indikator guru yang kompeten dalam bidang pedagogik :

1. Memahami wawasan atau landasan kependidikan
  • Guru mempunyai latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keterampilan secara akademik dan intelektual
  • Merujuk pada metode pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran)
  • Guru semestinya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina
  • Guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. 
2. Dapat memahami akseptor asuh
  • Guru dapat mengidentifikasi karakteristik mencar ilmu setiap peserta latih di kelasnya
  • Guru menentukan bahwa semua peserta bimbing menerima peluang yang serupa untuk ikut serta aktif dalam kegiatan pembelajaran
  • Guru mampu mengendalikan kelas untuk menunjukkan kesempatan berguru yang sama pada semua peserta bimbing dengan kelainan fisik dan kesanggupan belajar yang berlainan
  • Guru menjajal mengenali penyebab penyimpangan perilaku penerima bimbing untuk menghalangi biar perilaku tersebut tidak merugikan penerima bimbing yang lain.
3. Dapat melaksanakan pengembangan terhadap kurikulum/perangkat pembelajaran
  • Guru dapat menyusun silabus yang tepat dengan kurikulum
  • Guru merancang planning pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membicarakan bahan ajar tertentu supaya akseptor ajar dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan
  • Guru mengikuti urutan bahan pembelajaran dengan mengamati tujuan pembelajaran
  • Guru menentukan bahan pembelajaran yang: (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat dan canggih, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar penerima latih, (4) mampu dilakukan di kelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari akseptor asuh.
4. Memahami tentang perancangan pembelajaran
  • Guru mempunyai mempersiapkan metode pembelajaran yang memanfaatkan sumber daya yang ada
  • Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti ihwal maksudnya
  • Semua kegiatan pembelajaran dari awal hingga tamat telah dapat dijadwalkan secara strategis.
5. Memahami pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
  • Guru melaksanakan acara pembelajaran yang bermaksud untuk membantu proses berguru penerima asuh, bukan untuk menguji sehingga menciptakan penerima bimbing merasa frustasi
  • Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk mengetahui dan memakai gosip yang disampaikan
  • Guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari akseptor bimbing
  • Guru menawarkan kesempatan mencar ilmu kepada peserta ajar sesuai dengan cara belajarnya masing-masing
6. Memahami wacana evaluasi hasil berguru
  • Guru menyusun alat penilaian yang tepat dengan tujuan pembelajaran untuk meraih kompetensi tertentu mirip yang tertulis dalam RPP
  • Guru melaksanakan penilaian dengan banyak sekali teknik dan jenis penilaian, selain evaluasi formal yang dilaksanakan sekolah, dan menginformasikan hasil serta implikasinya kepada penerima asuh, wacana tingkat pemahaman terhadap bahan pembelajaran yang sudah dan akan dipelajari
  • Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang merepotkan sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing akseptor didik untuk kebutuhan remedial dan pengayaan
  • Guru mempergunakan masukan dari peserta asuh dan merefleksikannya untuk mengembangkan pembelajaran selanjutnya, dan dapat membuktikannya lewat catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, bahan komplemen, dan sebagainya
  • Guru mempergunakan hasil penilaian selaku bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang mau dilakukan selanjutnya.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan informasi terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Friday, September 24, 2021

Pola Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj)

Pola Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj)

September 24, 2021

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring Sekolah Dasar/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan gosip terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Wajah Terbatas Sudah Boleh Dijalankan Di Sekolah Dengan Ketentuan !

September 24, 2021
 Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sudah Boleh Dilaksanakan di Sekolah Dengan Ketentuan  Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sudah Boleh Dilaksanakan di Sekolah Dengan Ketentuan !

BlogPendidikan.net
- seperti dikutip dari kompas.com ihwal penyampaian pembelajaran tatap tampang terbatas telah boleh dilaksanakan dengan mengacu ketentuan yang disampaikan oleh Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). 

Hendarman memberikan, berdasarkan aturan pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) modern, pembelajaran tatap paras (PTM) terbatas mampu dilakukan oleh sekolah yang berlokasi di kawasan PPKM level 1-3. 

Namun, satuan pendidikan di daerah PPKM level 4 masih tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Pelaksanaan PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keamanan seluruh manusia pendidikan dan keluarganya,” papar Hendarman, seperti dilansir laman Kemendikbud Ristek, Selasa (10/8/2021).

Meski sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 telah mampu menggelar PTM terbatas, pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan melalui opsi PTM terbatas dan/atau PJJ sesuai dengan pengaturan dalam SKB Empat Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri ihwal Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. 

Selain itu, Hendarman menjelaskan bahwa pembelajaran di periode pandemi berjalan secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan masing-masing kawasan sebagaimana ditetapkan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Orangtua atau wali pada wilayah PPKM level 1-3 mempunyai kewenangan penuh dalam menunjukkan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ. Sekolah wajib menawarkan pilihan PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi terhadap peserta didik yang menentukan opsi PJJ," paparnya.

Hendarman menerangkan, Kemendikbud Ristek mengajak seluruh komponen pemerintah sentra, pemerintah kawasan, dan satuan pendidikan untuk berkoordinasi dekat menentukan pengaruh sosial negatif dari PJJ yang berkepanjangan dapat diminimalisasi.

Hal itu termasuk menentukan PTM terbatas bagi satuan pendidikan di daerah PPKM level 1-3 mampu berlangsung optimal dengan penerapan protokol kesehatan yang ekstra ketat. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang terjadi telah nyaris 1,5 tahun memiliki peluang menimbulkan pengaruh sosial negatif yang berkepanjangan, mirip putus sekolah, hilangnya minat berguru, kesenjangan capaian berguru, dan kekerasan pada anak.

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2021/08/10/144928071/kemendikbud-ristek-sekolah-di-wilayah-ppkm-level-1-3-boleh-tatap-wajah?page=all

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Thursday, September 23, 2021

Acuan Lembar Monitoring Dan Pengamatan Orang Bau Tanah Selama Bdr

Acuan Lembar Monitoring Dan Pengamatan Orang Bau Tanah Selama Bdr

September 23, 2021

Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (Lomba Kompetensi Siswa) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 Sekolah Dasar : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan isu terupdate perihal guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Wednesday, September 22, 2021

Ada 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Mesti Diketahui

September 22, 2021
 Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum  Ada 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Harus Diketahui

BlogPendidikan.net
- Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 mempunyai karakteristik yang berlainan dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya. Terdapat 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan pada kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 ialah kurikulum terbaru yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2013 ini selaku bentuk pengembangan dari kurikulum sebelumnya ialah kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mencangkup kompetensi sikap, wawasan, dan kemampuan secara terpadu.

Hal ini senada dengan apa yag ditegaskan dalam pasal 1 ayat 29 Undang-Undang no. 20 tahun 2003 bahwa kurikulum ialah pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan selaku pemikiran penyelenggara acara pembelajaran untuk meraih tujuan pendidikan tertentu.

Berikut 14 Prinsip Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Yang Perlu Diketahui :

1. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu

Pembelajaran mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, pada permulaan pembelajaran guru tidak berupaya untuk memberi tahu siswa alasannya itu bahan pembelajaran tidak disuguhkan dalam bentuk selesai. Pada permulaan pembelajaran guru menghidupkan rasa ingin tahu siswa kepada sebuah fenomena atau fakta kemudian mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk pertanyaan. 

Jika lazimnya aktivitas pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu. Oleh karena itu guru senantiasa memulai dengan menghidangkan alat bantu pembelajaran untuk membuatkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan.

2. Dari guru selaku satu-satunya sumber berguru menjadi mencar ilmu berbasis aneka sumber Pembelajaran berbasis sistem lingkungan

Dalam kegiatan pembelajaran membuka kesempatan kepada siswa sumber berguru seperti info dari buku siswa, internet, koran, majalah, acuan dari perpustakaan yang sudah disiapkan. 

Pada metode proyek, pemecahan dilema, atau inkuiri siswa mampu mempergunakan sumber berguru di luar kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu siswa mempergunakan sumber berguru di sekeliling lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.

3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan 

Penggunaan pendekatan ilmiah pergeseran ini menciptakan guru tidak hanya memakai sumber mencar ilmu tertulis sebagai satu-satunya sumber mencar ilmu siswa dan hasil berguru siswa hanya dalam bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, desain acara, mind maping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kesanggupan mempraktikan sesuatu yang mampu dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya.

4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi

Pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil berguru, tetapi dari kegiatan dalam proses berguru. Yang dikembangkan dan dinilai ialah perilaku, pengetahuan, dan keterampilannya.

5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu

mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi unsur tata cara yang terpadu. Semua materi pelajaran perlu ditaruh dalam tata cara yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan.

Oleh sebab itu guru perlu mendesain pembelajaran bersama-sama, menentukan karya siswa tolong-menolong, serta menentukan karya utama pada tiap mata pelajaran tolong-menolong, biar beban berguru siswa dapat diatur sehingga tugas yang banyak, acara yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi beban berguru berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan siswa.

6. Dari pembelajaran yang menekankan tanggapan tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi

Disini siswa berguru mendapatkan kebenaran tidak tunggul. Siswa menyaksikan awan yang sama di suatu kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan pada jam yang sama dari tempat yang berjauhan, mereka akan melukiskannya berlawanan-beda, semua benar tentang awan itu, benar menjadi bermacam-macam.

7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif

Pada waktu kemudian pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam bentuk ekspresi guru, fakta disuguhkan dalam bentuk berita mulut, kini siswa mesti lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang menciptakan siswa melihat, meraba, merasa dengan panca indranya. Siswa mencar ilmu tidak hanya dengan mendengar, namun dengan menggunakan panca indra yang lain.

8. Peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan fisikal (hardskills) dan keahlian mental (softskills)

hasil mencar ilmu pada rapor tidak cuma melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya, namun menyajikan berita menyangkut perkembangan sikapnya dan keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa keahlian membaca, menulis, berbicara, mendengar yang merefleksikan keahlian berpikirnya. Keterampilan mampu juga dalam bentuk kegiatan dalam menghasilkan karya, hingga pada kemampuan berkomunikasi yang santun, keterampilan menghargai usulan dan yang yang lain.

9. Pembelajaran yang memprioritaskan pembudayaan dan pemberdayaan siswa selaku pembelajar sepanjang hayat

Ini memerlukan guru untuk menyebarkan pembiasaan sejak dini untuk melakukan norma yang baik sesuai dengan budaya penduduk setempat, dalam ruang lingkup yang lebih luas siswa perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan mempunyai kesanggupan untuk menyesuaikan dengan dengan keperluan mengikuti keadaan pada lingkungan global.

Kebiasaan membaca, menulis, memakai teknologi, bicara yang santun ialah aktivitas yang tidak cuma dibutuhkan dalam budaya lokal, namun berfaedah untuk bersaing dalam ruang lingkup global.

10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan menyebarkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)

Di sini guru perlu menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi acuan, memberi acuan bagaimana hidup senantiasa belajar, hidup patuh melakukan agama dan prilaku baik lain. Guru di depan jadi pola, di tengah siswa menjadi sahabat belajar, di belakang selalu mendorong semangat siswa tumbuh membuatkan pontensi dirinya secara maksimal.

11. Pembelajaran berjalan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat

Karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu yang lebih banyak dan mempergunakan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam kelas.

12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa semua orang ialah guru, semua orang adalah siswa, dan di mana saja ialah kelas

Prinsip ini pertanda bahwa ruang mencar ilmu siswa tidak cuma dibatasi dengan dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk siswa mencar ilmu. Lingkungan sekolah sebagai ruang berguru yang sungguh ideal untuk menyebarkan kompetensi siswa. Oleh alasannya adalah itu pembelajaran
hendaknya dapat berbagi metode yang terbuka.

13. Pemanfaatan teknologi isu dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran

Di sini sekolah perlu memajukan daya guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK. Jika guru belum memiliki kapasitas yang mumpuni siswa mampu berguru dari siapa saja. Yang terpenting mereka mesti mampu menguasai TIK sebabab mendapatkan pelajaran dengan perlindungan TIK atau tidak siswa tetap akan menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak memfasilitasi niscaya daya kompetisi siswa akan jomplang daripada siswa yang memeroleh pelajaran menggunakannya.

14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa

Cita-cita, latar belakang keluarga, cara menerima pendidikan di rumah, cara pandang, cara berguru, cara berpikir, keyakinan siswa berlawanan-beda. Oleh alasannya adalah itu pembelajaran harus melihat perbedaan itu selaku kekayaan yang potensial dan indah bila dikembangkan menjadi kesatuan yang mempunyai komponen keragaman. Hargai semua siswa, kembangkan kerja sama, dan biarkan siswa berkembang menurut potensinya masing-masing dalam koloborasi kelompoknya.

Sumber https://www.blogpendidikan.net/

Labels

Labels

Labels

Copyright © INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN. All rights reserved. Template by CB Blogger